Pencarian

Pencari Ikan dengan Perahu Rakitan Drum Plastik Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Terboyo Semarang

Rabu, 27 Mei 2026 • 13:17:25 WIB
Pencari Ikan dengan Perahu Rakitan Drum Plastik Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Terboyo Semarang
Sutrisno ditemukan meninggal mengambang di perairan Terboyo, Semarang, Selasa pagi.

SEMARANG — Sutrisno, warga Kelurahan Terboyo Kulon, Semarang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan setempat pada Selasa (18/2) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui sehari-hari mencari ikan menggunakan perahu rakitan berbahan dasar drum plastik yang kerap digunakan nelayan tradisional di kawasan pesisir tersebut.

Penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh nelayan lain yang hendak melaut. Mereka melihat sesosok tubuh mengambang tidak jauh dari lokasi korban biasa memancing. Tim SAR gabungan dari Basarnas Semarang dan Polsek Tugu langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Perahu Rakitan Drum Plastik: Moda Alternatif yang Rawan Kecelakaan

Perahu rakitan drum plastik memang menjadi pilihan sebagian warga pesisir Semarang yang tidak mampu membeli perahu kayu atau fiber. Namun, stabilitasnya sangat rendah, terutama saat dihantam ombak atau angin kencang di perairan terbuka seperti Terboyo.

"Korban biasa berangkat sendirian subuh-subuh. Mungkin perahunya oleng karena drum tidak seimbang," ujar Kepala BPBD Kota Semarang, Ahmad Zaini, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugu untuk dilakukan visum. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga dugaan sementara murni kecelakaan tenggelam.

Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit mengaku ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.

Mengapa Perahu Rakitan Drum Plastik Masih Digunakan?

Fenomena perahu rakitan drum plastik bukan hal baru di pesisir Semarang. Selain murah — biaya pembuatan hanya sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta — bahan bakunya mudah didapat dari drum bekas limbah industri. Namun, tanpa pelampung cadangan atau jaket keselamatan, risikonya sangat tinggi.

"Kami sudah beberapa kali mengimbau warga untuk tidak menggunakan perahu rakitan. Tapi karena ekonomi, mereka tetap nekat," tambah Ahmad Zaini.

Peringatan bagi Nelayan Tradisional di Pesisir Semarang

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi komunitas nelayan di sepanjang pesisir Semarang, khususnya di Terboyo, Tambakrejo, dan Mangunharjo. Ombak di perairan utara Jawa kerap tidak bisa diprediksi, terutama saat musim pancaroba seperti saat ini.

BPBD Kota Semarang berencana mengadakan sosialisasi keselamatan melaut secara lebih masif ke kampung-kampung pesisir. Selain itu, mereka juga akan mendata kembali jumlah perahu rakitan yang masih beroperasi di wilayahnya.

FAQ

Apakah perahu rakitan drum plastik legal digunakan?
Tidak ada larangan khusus, namun pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan BPBD terus mengimbau agar warga beralih ke perahu yang lebih aman dan bersertifikat.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan orang tenggelam di perairan?
Segera laporkan ke aparat setempat atau hubungi Basarnas di nomor darurat 115. Jangan melakukan evakuasi sendiri tanpa alat keselamatan yang memadai.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks