Pencarian

SMA Negeri 3 Klaten Sembelih Hewan Kurban dan Gelar Jumat Imtaq, Jadi Wadah Belajar Berkurban bagi Siswa

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:36 WIB
SMA Negeri 3 Klaten Sembelih Hewan Kurban dan Gelar Jumat Imtaq, Jadi Wadah Belajar Berkurban bagi Siswa
Siswa SMA Negeri 3 Klaten mengikuti prosesi penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari pembelajaran langsung.

KLATEN — Prosesi penyembelihan hewan kurban di SMA Negeri 3 Klaten menjadi momen edukasi langsung bagi para pelajar. Tidak sekadar ritual tahunan, sekolah sengaja merancang kegiatan ini sebagai laboratorium pembelajaran ibadah kurban bagi siswa.

Mengapa Kegiatan Ini Penting untuk Pendidikan Karakter Siswa?

Menurut Sutrisno, momentum Idul Adha dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan sejak dini. Para siswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga dilibatkan dalam proses pendistribusian daging kurban ke warga sekitar sekolah dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin anak-anak merasakan langsung bagaimana proses berkurban, dari penyembelihan hingga pembagian. Ini pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan dari teori di kelas,” ujar Sutrisno saat ditemui di lokasi, Senin (17/6).

Jumat Imtaq: Pembiasaan Spiritual yang Dikolaborasikan

Rangkaian acara tidak berhenti pada penyembelihan hewan. Sekolah juga menggelar Jumat Imtaq yang diisi dengan tadarus Al-Qur’an bersama dan tausiah keagamaan. Kegiatan ini menjadi rutinitas pekanan yang diperkuat di momen Idul Adha.

Kolaborasi antara ibadah kurban dan pembiasaan spiritual ini dinilai efektif membentuk karakter religius siswa di tengah gempuran pengaruh eksternal. Sekolah menargetkan kegiatan serupa bisa menjadi agenda tetap setiap tahun.

Berapa Jumlah Hewan Kurban dan Siapa Penerimanya?

Panitia kurban SMAN 3 Klaten tahun ini mengumpulkan satu ekor sapi dan beberapa ekor kambing dari partisipasi guru, karyawan, dan orang tua siswa. Daging kurban didistribusikan ke panti asuhan, warga kurang mampu di sekitar kelurahan, serta keluarga siswa yang membutuhkan.

Proses pendataan penerima dilakukan oleh tim OSIS dan guru pembina, sehingga siswa terlibat langsung dalam manajemen distribusi. Hal ini menjadi pelajaran berharga tentang tata kelola amal dan transparansi sejak usia sekolah.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Sekolah?

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari wali murid dan masyarakat sekitar. Beberapa orang tua menyebut anak mereka menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah. Sutrisno berharap, kebiasaan berkurban dan berbagi ini bisa terus tumbuh meski siswa telah lulus dari SMAN 3 Klaten.

“Kami tidak hanya mengejar nilai akademik. Karakter dan kepekaan sosial adalah bekal utama yang harus dimiliki siswa,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks