Pencarian

3 Strategi Baru Pemprov Jateng Bidik Wisatawan Mancanegara: Sertifikasi Halal hingga Kampanye Global

Rabu, 03 Juni 2026 • 14:13:01 WIB
3 Strategi Baru Pemprov Jateng Bidik Wisatawan Mancanegara: Sertifikasi Halal hingga Kampanye Global
Pemprov Jateng siapkan sertifikasi halal untuk percepat pengembangan wisata ramah Muslim.

SEMARANG — Pemprov Jawa Tengah tidak lagi hanya mengandalkan Candi Borobudur atau wisata alam pegunungan untuk menjaring turis asing. Kini, pendekatan baru tengah disiapkan: mengemas seluruh ekosistem pariwisata agar ramah bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara.

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tren wisata halal global. Data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menunjukkan segmen wisatawan Muslim tumbuh signifikan pascapandemi. Jateng, dengan mayoritas penduduk Muslim dan tradisi keislaman yang kuat, dinilai punya modal besar untuk bersaing dengan Malaysia, Turki, atau Uni Emirat Arab.

Ada Tiga Pilar Utama dalam Gebrakan Ini

Pertama, percepatan sertifikasi halal untuk restoran, hotel, dan tempat wisata. Kedua, penyediaan fasilitas ibadah yang memadai di seluruh destinasi. Ketiga, pelatihan sadar wisata halal bagi pelaku UMKM dan pemandu wisata. Semua ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Jateng, dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Joglo Jateng, menyebut bahwa gebrakan ini bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan. "Kami ingin wisatawan mancanegara merasa nyaman, aman, dan mendapatkan pengalaman spiritual yang autentik saat berwisata di Jawa Tengah," ujarnya.

Mengapa Wisata Ramah Muslim Bukan Sekadar Sertifikasi Halal

Banyak daerah di Indonesia sudah mulai melabeli diri sebagai destinasi wisata halal. Namun, Jateng mencoba membedakan diri dengan pendekatan yang lebih sistemik. Bukan hanya soal makanan tanpa babi atau tersedianya sajadah di hotel, melainkan bagaimana seluruh rantai layanan—dari transportasi, akomodasi, hingga atraksi budaya—menyesuaikan dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

Ini penting karena karakter wisatawan Muslim mancanegara berbeda. Turis dari Timur Tengah misalnya, sangat memperhatikan privasi keluarga dan ketersediaan kolam renang terpisah pria-wanita. Sementara wisatawan dari Malaysia dan Singapura lebih fokus pada kemudahan menemukan makanan halal dan tempat salat yang bersih.

Perbandingan dengan Daerah Lain: Jateng Bisa Jadi Pionir

Jika dibandingkan dengan Aceh atau NTB yang sudah lebih dulu menggaungkan wisata halal, Jateng punya keunggulan: variasi destinasi lebih banyak. Dari wisata candi di Magelang, kuliner di Semarang, hingga kerajinan batik di Solo dan Pekalongan. Semua bisa dikemas dalam satu paket perjalanan ramah Muslim tanpa kehilangan ciri khas budaya lokal.

Kampanye global juga akan digencarkan. Pemprov berencana bekerja sama dengan biro perjalanan haji dan umrah, maskapai penerbangan dari negara-negara mayoritas Muslim, serta platform digital seperti Traveloka dan Muslim Pro untuk memasarkan paket wisata ini.

Apa Langkah Selanjutnya?

Tim percepatan sudah dibentuk di bawah koordinasi Dinas Pariwisata dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng. Target awalnya adalah menyelesaikan pemetaan 100 destinasi prioritas yang siap menerima wisatawan mancanegara Muslim pada kuartal pertama 2025. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap enam bulan.

Jika berhasil, Jateng tidak hanya akan mencatatkan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga menjadi model bagi provinsi lain dalam mengembangkan pariwisata inklusif yang tetap menghormati nilai-nilai lokal.

FAQ: Seputar Wisata Ramah Muslim di Jawa Tengah

Apakah wisata ramah Muslim hanya untuk wisatawan Muslim?
Tidak. Konsep ini justru mendorong standar kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan yang lebih baik untuk semua wisatawan. Wisatawan non-Muslim juga tetap bisa menikmati destinasi yang sama.

Kapan program ini mulai diterapkan di lapangan?
Secara bertahap sejak awal 2025. Pelatihan untuk pelaku usaha sudah dimulai, sementara sertifikasi halal dan pembenahan fasilitas akan berjalan paralel hingga akhir tahun.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks