JAWA TENGAH — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan penunjukan tersebut pada Kamis, 4 Juni. Naniek sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sehingga dinilai telah menguasai seluruh proses kerja lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.
"Beliau sangat tegas terhadap kedisiplinan menjalankan SOP, manajemen organisasi, dan menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat," kata Prasetyo dalam keterangan resmi di Jakarta.
Alasan Pergantian Pimpinan di Tengah Jalan
Pemerintah menyebut hasil evaluasi internal menunjukkan perlunya akselerasi pembenahan di BGN. Program MBG merupakan salah satu proyek unggulan presiden yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kualitas makanan dan tata kelola program menjadi fokus utama setelah ditemukan sejumlah celah dalam pengawasan lapangan.
Prasetyo menambahkan, kepemimpinan baru BGN bersama dua wakil kepala yang juga baru diharapkan dapat mempercepat perbaikan manajemen organisasi. "Ketegasan dalam menjaga mutu makanan dan disiplin menjalankan prosedur menjadi alasan utama," ujarnya.
Status Hukum dan Jadwal Pelantikan
Pelantikan resmi dijadwalkan berlangsung pekan depan. Namun secara administratif dan hukum, pimpinan baru BGN telah sah menjabat sejak Keputusan Presiden (Keppres) diterbitkan.
Hal ini berarti Naniek sudah dapat menjalankan tugas dan wewenangnya meski upacara pelantikan belum digelar. Mekanisme percepatan semacam ini lazim diterapkan untuk posisi strategis yang membutuhkan penanganan segera.
Target Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG selama ini menjadi sorotan publik terkait distribusi dan kualitas makanan di sejumlah daerah. Dengan pimpinan baru yang dikenal keras terhadap prosedur, pemerintah berharap standar pelayanan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Naniek dihadapkan pada tugas membenahi sistem pengadaan, pengawasan gizi, serta memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan asupan sesuai standar. Langkah awal yang diperkirakan akan diambil adalah audit menyeluruh terhadap rantai pasok dan mitra penyedia makanan di lapangan.