Pencarian

5 Fakta Pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Sempat Kaji Program MBG di Arab Saudi Sebelum Lengser

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:04:57 WIB
5 Fakta Pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Sempat Kaji Program MBG di Arab Saudi Sebelum Lengser
Dadan Hindayana resmi dicopot dari Kepala Badan Gizi Nasional setelah kunjungan kerja ke Arab Saudi.

JAKARTA — Pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terjadi di tengah kesibukannya mengkaji program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi. Keputusan yang diumumkan secara tiba-tiba ini memicu spekulasi mengenai alasan di balik perombakan di lembaga yang mengelola program prioritas pemerintah tersebut.

Kunjungan ke Arab Saudi Sebelum Lengser

Dadan Hindayana diketahui tengah berada di Arab Saudi untuk mempelajari implementasi program gizi di negara kerajaan tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat desain program MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran saat diterapkan di Indonesia.

Namun, belum genap sepekan setelah kembali dari tugas luar negeri itu, namanya resmi digantikan. Publik pun bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar BGN hingga pergantian pimpinan ini dilakukan mendadak.

Program MBG: Antara Ambisi dan Realita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu andalan pemerintah untuk menekan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini menyasar jutaan anak sekolah dan ibu hamil di berbagai daerah, termasuk di Jawa Tengah yang menjadi salah satu provinsi prioritas.

Di bawah kepemimpinan Dadan, BGN sempat menargetkan distribusi makanan bergizi ke ribuan titik di Jawa Tengah. Namun, sejumlah persoalan teknis seperti keterlambatan pasokan bahan pangan dan kesiapan dapur umum sempat menjadi catatan di beberapa kabupaten.

Kinerja BGN Sebelum Pergantian Pimpinan

Meski program MBG berjalan di banyak daerah, sejumlah pihak menilai efektivitas pelaksanaannya masih perlu dievaluasi. Di Jawa Tengah misalnya, beberapa sekolah melaporkan adanya ketidaksesuaian porsi dan jadwal distribusi yang belum konsisten.

Evaluasi internal dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pergantian pimpinan di BGN. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang merinci alasan pasti pencopotan Dadan Hindayana.

Mengapa Pencopotan Ini Penting untuk Jawa Tengah?

Jawa Tengah memiliki angka stunting yang masih cukup tinggi, terutama di daerah pegunungan dan pesisir utara. Program MBG dianggap sebagai salah satu solusi jangka pendek untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak di wilayah tersebut.

Pergantian kepala BGN berpotensi mempengaruhi kelanjutan distribusi MBG di Jawa Tengah. Masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah berharap agar program ini tetap berjalan tanpa hambatan meskipun terjadi perubahan di tingkat pusat.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Program MBG?

Dengan dicopotnya Dadan Hindayana, pemerintah pusat dipastikan akan segera menunjuk pejabat baru untuk memimpin BGN. Publik menanti apakah arah kebijakan program MBG akan mengalami perubahan signifikan atau tetap berjalan sesuai rencana awal.

Di Jawa Tengah, sejumlah kepala daerah menyatakan kesiapan untuk terus mendukung program ini asalkan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan lancar. Mereka berharap pergantian pimpinan tidak mengganggu distribusi makanan bergizi yang sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks