Pencarian

Jateng Jadi Provinsi Pelopor Pendidikan Koperasi di Sekolah, Bekali 6,38 Juta Siswa SD/MI hingga SMA/SMK/MA dan SLB

Jumat, 05 Juni 2026 • 17:56:01 WIB
Jateng Jadi Provinsi Pelopor Pendidikan Koperasi di Sekolah, Bekali 6,38 Juta Siswa SD/MI hingga SMA/SMK/MA dan SLB
Pendidikan koperasi diterapkan secara sistematis di 6,38 juta siswa sekolah di Jawa Tengah.

SEMARANGJawa Tengah mencatat sejarah sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan pendidikan koperasi secara sistematis dan berkelanjutan di sekolah. Kebijakan ini menyasar 6,38 juta siswa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA dan SLB di seluruh wilayah.

Mengapa Pendidikan Koperasi Masuk Kurikulum Sekolah?

Pemprov Jateng menilai pendidikan koperasi bukan sekadar teori ekonomi, melainkan praktik nyata menumbuhkan karakter kolektif. Koperasi dinilai sebagai benteng ekonomi kerakyatan yang relevan diajarkan sejak bangku sekolah dasar.

“Ini bukan mata pelajaran baru yang membebani siswa, tapi penguatan nilai gotong royong melalui praktik berkoperasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari rilis resmi.

Target 6,38 Juta Siswa: Skema dan Tahapan Implementasi

Pendidikan koperasi akan diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang sudah berjalan. Satuan pendidikan diberi keleluasaan untuk menyesuaikan materi dengan jenjang usia siswa.

Untuk jenjang SD/MI, pengenalan koperasi akan dikemas dalam bentuk permainan dan simulasi simpan pinjam sederhana. Sementara untuk SMA/SMK/MA, materi akan lebih aplikatif, seperti tata kelola usaha koperasi sekolah dan pembagian sisa hasil usaha (SHU).

Pemprov Jateng juga menyiapkan modul dan pelatihan bagi guru agar proses pembelajaran berjalan efektif. Sekolah yang sudah memiliki koperasi aktif akan dijadikan percontohan bagi sekolah lain.

Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah di Masa Depan?

Kebijakan ini diharapkan mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran ekonomi berbasis gotong royong. Dalam jangka panjang, lulusan sekolah di Jateng diharapkan mampu mendirikan dan mengelola koperasi sebagai solusi ekonomi di komunitasnya.

Provinsi Jawa Tengah sendiri memiliki jumlah koperasi aktif yang cukup besar. Dengan pendidikan ini, regenerasi pengurus dan anggota koperasi diharapkan berjalan lebih alami dan berkelanjutan.

Bagaimana Pendidikan Koperasi Dibedakan dari Mata Pelajaran Lain?

Berbeda dengan ekonomi yang berfokus pada teori pasar dan profit, pendidikan koperasi menekankan pada prinsip keanggotaan sukarela, pengelolaan demokratis, dan pembagian hasil yang adil. Siswa diajak memahami bahwa keuntungan bukan satu-satunya tujuan, melainkan kesejahteraan bersama.

Pemprov Jateng menegaskan program ini tidak akan menambah jam belajar siswa. Materi koperasi akan disisipkan dalam pelajaran IPS, PPKn, atau kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Pendidikan Koperasi di Jateng

Apakah pendidikan koperasi di Jateng bersifat wajib?
Ya, program ini diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan di semua jenjang sekolah negeri dan swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sekolah diwajibkan mengintegrasikan materi koperasi ke dalam kegiatan belajar-mengajar.

Kapan pendidikan koperasi mulai diterapkan di sekolah-sekolah Jateng?
Pemprov Jateng telah memulai sosialisasi dan pelatihan guru sejak tahun ajaran ini. Implementasi penuh di seluruh sekolah target dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada sekolah yang sudah memiliki koperasi aktif.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks