WONOGIRI — Hubungan Camat Selogiri, Fredy Sasano, dengan jajaran perangkat desa di wilayahnya tengah berada dalam situasi yang tidak harmonis. Ketegangan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat setempat.
Sejumlah warga mengaku memahami keresahan yang dirasakan oleh perangkat desa. Namun, mereka juga menilai bahwa persoalan tersebut sejatinya masih bisa diurai melalui jalur evaluasi dan perbaikan komunikasi.
Akar Masalah: Komunikasi yang Macet
Belum ada pernyataan resmi dari pihak camat maupun perangkat desa mengenai pemicu utama ketegangan ini. Namun, warga menilai bahwa pola komunikasi yang kurang efektif menjadi salah satu faktor yang memperkeruh suasana.
"Kami lihat ini masalah komunikasi saja. Kalau dua-duanya mau saling terbuka, pasti ada jalan tengah," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa lalu.
Respons Warga: Ada yang Paham, Ada yang Minta Tenang
Sebagian warga lain justru meminta agar situasi ini tidak dibiarkan berlarut. Mereka khawatir ketegangan antara camat dan perangkat desa bisa mengganggu pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Warga berharap ada mediasi yang difasilitasi oleh pihak kecamatan atau bahkan pemerintah kabupaten. Langkah ini dinilai penting untuk mencairkan suasana dan mengembalikan fokus pada pelayanan masyarakat.
Evaluasi Internal Jadi Jalan Keluar
Beberapa tokoh masyarakat setempat menyarankan agar kedua belah pihak melakukan introspeksi dan evaluasi internal. Perbaikan komunikasi dinilai sebagai langkah paling konkret yang bisa segera dilakukan.
"Jangan sampai masalah ini mengganggu kinerja. Masyarakat butuh pelayanan yang maksimal dari desa dan kecamatan," tambah sumber yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Camat Selogiri Fredy Sasano maupun perwakilan perangkat desa mengenai langkah lanjutan yang akan diambil.