JAWA TENGAH — Keputusan ini mengakhiri perjalanan Pablo Oliveira bersama Singo Edan sejak bergabung pada dua musim lalu. Meski sempat menjadi pilar penting di lini tengah, cedera beruntun membuat perannya terus menurun hingga akhirnya ia harus menjalani operasi lanjutan di Brasil sebelum kompetisi musim 2025/2026 rampung.
Dua Musim, Dua Cedera Berat
Pada musim perdananya, Liga 1 2024/2025, Pablo tampil impresif dengan 27 pertandingan dan tiga gol. Ia menjadi pengatur permainan sekaligus penjaga keseimbangan di lini kedua Arema FC.
Namun memasuki Super League 2025/2026, cedera mulai menghadang. Pablo menepi lama, baru kembali pada putaran kedua Januari 2026. Nasib sial belum berakhir: ia kembali mengalami cedera serius pada ligamen lutut MCL dan ACL, yang membuatnya harus pulang ke Brasil lebih awal untuk operasi. Musim ini ia hanya mencatatkan tiga penampilan.
Apresiasi Manajemen: "Arti Sesungguhnya dari Perjuangan"
General Manager Arema FC, Yusrinal, secara khusus menyampaikan penghargaan atas dedikasi Pablo. Bukan hanya dari kontribusi di lapangan, tetapi juga semangatnya saat menghadapi masa-masa sulit akibat cedera.
"Pablo telah menunjukkan arti sesungguhnya dari perjuangan sebagai seorang profesional," kata Yusrinal.
Ia menambahkan bahwa perjalanan Pablo menjadi contoh bagaimana seorang pemain tetap berkomitmen tinggi meski dihadapkan pada ujian berat. "Kami percaya dengan karakter dan mentalitas yang dimilikinya, ia mampu bangkit kembali. Kami mendoakan agar proses pemulihannya berjalan lancar dan sukses bersama klub barunya nanti," beber Yusrinal.
Warisan Pablo: Tenang di Lapangan, Tangguh Saat Terpuruk
Selama berseragam Arema FC, Pablo Oliveira meninggalkan kesan sebagai pemain yang tenang saat mengatur permainan dan tangguh ketika menghadapi masa-masa sulit. Meski harus angkat koper lebih cepat dari rencana, perjuangannya melawan cedera berulang menjadi catatan tersendiri bagi suporter Singo Edan.
Kepergian Pablo menandai akhir dari kebersamaan yang diwarnai pasang surut. Kini, ia fokus memulihkan kondisi fisik sebelum menentukan langkah selanjutnya di level tertinggi.