SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan langsung data realisasi investasi daerah di hadapan para pengusaha nasional. Ia menyebut, realisasi investasi di provinsi ini pada 2025 mencapai Rp110,02 triliun. Angka itu terus bertambah pada triwulan I 2026 yang sudah menembus Rp23 triliun, ditambah sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal.
“Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” beber Luthfi di hadapan para pengusaha.
Dukungan Infrastruktur dan Kawasan Industri Eksisting
Luthfi menjelaskan, daya tarik investasi di Jawa Tengah tidak lepas dari keberadaan kawasan industri yang tersebar di beberapa daerah. Beberapa di antaranya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang dan Demak. Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 12 daerah yang mengajukan pembentukan kawasan industri atau kawasan ekonomi baru.
Selain infrastruktur, jumlah unit usaha di Jawa Tengah tercatat mencapai 4,93 juta unit. Rinciannya, usaha besar dan menengah sebanyak 56.286 unit, serta UMKM sekitar 4,8 juta unit. Banyak di antaranya yang sudah menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Dahlan Iskan: Infrastruktur Jateng Kian Membaik
Pelopor acara sekaligus pendamping rombongan, Dahlan Iskan, menilai kondisi Jawa Tengah saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menyoroti infrastruktur di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah yang kian bagus, ditandai dengan banyaknya kawasan industri yang berdiri.
“Semuanya berkunjung ke Jawa Tengah, besok (Jumat) ke Sido Muncul, agar semakin dapat wawasan dan inspirasi bagaimana mengembangkan bisnis,” tandas Dahlan.
Menurut Dahlan, dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang sangat baik, ditambah kondusivitas wilayah serta dukungan pemerintah daerah, membuat banyak investor menaruh kepercayaan untuk berinvestasi di provinsi ini.
Rombongan Kunjungi Tiga Perusahaan Besar di Hari Pertama
Pada hari pertama, Kamis (18/6/2026), rombongan pengusaha mengunjungi tiga perusahaan besar di Jawa Tengah. Pertama, Halo BCA di Semarang. Kedua, pabrik mebel yang seluruh produknya diekspor ke seluruh dunia. Ketiga, pabrik Polytron yang memproduksi alat elektronik dan kini mulai meningkatkan produksi sepeda motor listrik.
Kunjungan ini diharapkan bisa menjadi studi komparatif bagi para pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Dahlan menambahkan, para pebisnis adalah orang yang paling tangguh—ketika jatuh dan mengalami kesulitan, mereka akan bangkit lagi.