Pencarian

Kemajuan dan Keharmonisan Budaya Kota Semarang Menguat di Era Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Begini Penjelasan Hendardji Soepandji

Senin, 22 Juni 2026 • 16:34:01 WIB
Kemajuan dan Keharmonisan Budaya Kota Semarang Menguat di Era Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Begini Penjelasan Hendardji Soepandji
Wali Kota Agustina memimpin penguatan kemajuan fisik dan keharmonisan budaya di Semarang.

SEMARANG — Pengamat dan tokoh nasional Hendardji Soepandji menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina, Kota Semarang mengalami penguatan signifikan pada dua aspek sekaligus: kemajuan fisik kota dan keharmonisan budaya warganya. Pandangan itu disampaikan dalam sebuah kesempatan yang juga dihadiri oleh kepala daerah setempat.

Menurut Hendardji, Semarang memiliki modal sosial yang kuat karena sejak awal berdiri, kota ini merupakan titik temu berbagai etnis dan golongan. "Keberagaman itu bukan sekadar warisan, tapi di era Agustina justru menjadi energi untuk membangun," ujarnya.

Perjumpaan Budaya Sebagai Fondasi Pembangunan

Wali Kota Agustina, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa identitas Semarang sebagai kota multikultur bukanlah penghalang, melainkan fondasi. "Kota Semarang lahir dari perjumpaan berbagai budaya yang hingga kini menjadi kekuatan utama pembangunan kota," kata Agustina.

Pernyataan itu merujuk pada sejarah panjang Semarang yang dihuni oleh komunitas Jawa, Tionghoa, Arab, dan Eropa sejak era kolonial. Jejak akulturasi masih bisa dilihat di kawasan Kota Lama, Pecinan, hingga Kampung Arab.

Mengapa Kepemimpinan Agustina Dinilai Berhasil Merawat Keberagaman

Hendardji menilai bahwa kebijakan Wali Kota Agustina tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ruang publik yang inklusif. "Kemajuan fisik harus diimbangi dengan harmoni sosial. Di Semarang, itu terjadi," jelasnya.

Beberapa indikator yang disebutkan antara lain penyelenggaraan festival budaya lintas etnis yang rutin digelar, serta pengelolaan kawasan cagar budaya yang melibatkan komunitas lokal. Hal ini membuat warga dari latar belakang berbeda merasa memiliki kota ini.

Apa Implikasinya bagi Kota Semarang ke Depan

Penguatan harmoni budaya diyakini berdampak langsung pada stabilitas sosial dan iklim investasi. Kota yang warganya toleran cenderung lebih kondusif untuk kegiatan ekonomi dan pariwisata.

Semarang sendiri saat ini terus bertransformasi menjadi kota metropolitan yang tetap mempertahankan akar budayanya. Pernyataan Hendardji dan Agustina menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari gedung dan jalan, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakatnya hidup berdampingan.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks