Pencarian

KPK Tangkap Istri Bupati Kuansing dalam OTT Suap Jabatan Sekda, Bupati dan Sekda Buron

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:50:32 WIB
KPK Tangkap Istri Bupati Kuansing dalam OTT Suap Jabatan Sekda, Bupati dan Sekda Buron
KPK menangkap istri Bupati Kuansing dalam operasi tangkap tangan terkait suap jabatan Sekda.

JAWA TENGAH — Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan Suci Nitia Edward yang merupakan keluarga dari penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Kuansing, Riau. "Benar," kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026). Ia mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah istri Bupati Suhardiman.

Dari sepuluh orang yang terjaring OTT, KPK memutuskan membawa lima orang ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK. Rinciannya, tiga orang dari pihak swasta, satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kuantan Singingi, dan satu orang anggota keluarga dari penyelenggara negara atau ASN setempat.

Bupati dan Sekda Masih Buron, KPK Imbau Kooperatif

Keberadaan Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnaen menjadi tanda tanya. Keduanya tidak ditemukan saat tim KPK menggerebek sejumlah lokasi di Kuansing. Budi Prasetyo menyatakan timnya saat ini masih melakukan pencarian terhadap kedua pejabat tersebut.

"Kami mengimbau dalam kesempatan ini kepada Bupati dan Sekda Kuansing untuk koperatif menyerahkan diri ke KPK sehingga proses hukum yang berjalan bisa dilakukan secara efektif," jelas Budi dalam keterangan resminya.

Barang Bukti Elektronik dan Mobil Mewah Disita

OTT kali ini diduga kuat terkait praktik jual beli jabatan untuk posisi Sekda Kuansing. KPK menyita sejumlah alat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara. "Tim mengamankan sejumlah barang bukti elektronik berupa bukti transaksi keuangan," ujar Budi.

Selain dokumen digital, penyidik juga menyita satu unit kendaraan roda empat yang diduga digunakan sebagai instrumen suap. Mobil tersebut kini diamankan di markas KPK untuk penyelidikan lebih lanjut terkait aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para tersangka. Lembaga antirasuah itu dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Rabu (1/7) besok untuk mengumumkan perkembangan resmi kasus ini.

Kasus ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian pemberantasan korupsi di daerah, khususnya yang melibatkan kepala daerah dan keluarganya. KPK terus mendalami apakah Bupati Suhardiman mengetahui atau terlibat langsung dalam transaksi suap yang melibatkan istrinya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks