JAWA TENGAH — Laga di Jakarta berjalan ketat sejak awal. Persija lebih dulu memimpin melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-41, keunggulan yang bertahan hingga turun minum.
Persib baru menemukan ritme setelah pergantian pemain. Masuknya Luka Menalo mengubah alur serangan tim besutan Igor Tolic, dan Balsa Sekulic menyamakan skor di menit ke-81.
Gol Menit 90+5 Hancurkan Poin Persib
Skor imbang memicu jual-beli serangan. Beberapa peluang Persib menguji gawang Macan Kemayoran, tetapi sundulan Ivan Mamut pada 90+5 memastikan kemenangan tuan rumah.
Kekalahan itu disesalkan Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar. Ia menyebut gol di masa tambahan waktu sebagai pukulan yang menyakitkan.
"Kalahnya saat menit-menit akhir, menyakitkan. Tapi ini masih game kedua, mudah-mudahan Persib berbenah," kata Tobias usai nobar di Pasar Kreatif, Bandung, Sabtu (12/9/2026).
Evaluasi Babak Pertama Jadi Sorotan
Tobias menilai Persib kesulitan menampilkan ciri khas permainan pada babak pertama. Perubahan baru terlihat setelah Luka Menalo masuk dan memberi warna berbeda pada lini serang.
"Tapi sayangnya di menit akhir kita kecolongan. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi di pertandingan berikutnya," harap Tobi.
Ia mendorong skuad untuk merespons saat tampil di Bandung dan menjaga konsentrasi penuh sepanjang laga.
"Balas di Bandung nanti dan pertandingan berikutnya jangan sampai kecolongan lagi," tegas Tobias.
Target Curi Poin di Markas FC Seoul
Setelah duel di Jakarta, Persib menghadapi tantangan level Asia. Tim besutan Igor Tolic dijadwalkan bertandang ke Korea Selatan melawan FC Seoul pada fase Grup E ACL 2 2026.
Tobias berharap hasil di Korea bisa mengobati kekecewaan Bobotoh atas kekalahan di GBK.
"Di Asia lawan Korea harus curi poin buat mengobati perasaan Bobotoh dari kekalahan. Mudah-mudahan terobati di Korea nanti," kata Tobias.
Kompetisi masih panjang. Kekalahan di pekan kedua ini menjadi bahan evaluasi sebelum Persib kembali tampil di hadapan pendukung sendiri.