PEMALANG — Nurkholes menyebut keinginan mengembangkan pariwisata Pemalang sudah muncul jauh sebelum dirinya menjabat. Kekayaan alam, seni, dan budaya di daerah itu dinilainya sebagai modal besar untuk membangun destinasi wisata.
Menurut dia, perbandingan dengan daerah wisata populer bukan sekadar klaim. Pemalang memiliki kombinasi lanskap yang jarang dimiliki daerah lain di pesisir utara Jawa.
"Pemalang ini potensi alamnya luar biasa, potensi seniman dan budayanya juga luar biasa. Kalau saya membandingkan, Pemalang itu hampir seperti Bali. Ada pantai, ada gunung, ada sungai besar yang keindahannya juga luar biasa," ujarnya.
Pensiun Dini demi Membangun Pemalang
Nurkholes mengungkapkan bahwa keinginan membangun Pemalang menjadi pertimbangan utamanya ketika memutuskan pensiun dini sebagai ASN pada 2022. Setelah itu ia terjun ke dunia politik dan maju sebagai Wakil Bupati.
"Saya maju sebagai Wakil Bupati saat itu memang hanya ingin memajukan Pemalang. Tidak ada niat lain," katanya.
Ia menilai potensi daerah tidak cukup hanya dibanggakan. Perlu langkah konkret agar kekayaan alam dan budaya tidak berhenti sebagai wacana.
Event Kolaborasi Seni, Budaya, dan Potensi Alam
Salah satu langkah yang tengah didorong adalah menyelenggarakan event yang mempertemukan berbagai potensi daerah dalam satu agenda. Rencananya kegiatan itu masuk rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang.
"Kita ingin membuat satu event yang langsung mengkolaborasi budaya, seni, dan potensi alam," ungkap Nurkholes.
Melalui agenda tersebut, ia berharap potensi seniman dan budayawan lokal mendapat ruang tampil sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Akses Tol Dinilai Perkuat Posisi Pemalang
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Dwi Marten Yono menjadi narasumber dalam kegiatan itu. Ia menyoroti posisi strategis Pemalang dari sisi aksesibilitas.
Keberadaan akses tol disebut membuka peluang lebih besar bagi Pemalang untuk menjangkau wisatawan dari luar daerah. Posisi itu dinilai perlu dimanfaatkan dengan pengelolaan destinasi yang siap menerima kunjungan.
Kegiatan Capacity Building for Tourism Awareness sendiri diarahkan pada penguatan sumber daya manusia di sektor pariwisata. Pengelolaan potensi wisata dan sinergi lintas sektor menjadi dua hal yang ditekankan dalam forum tersebut.