Pencarian

NAZA, Dokumenter Ekspos IDF di Gaza, Menang Special Jury Prize Venice

Minggu, 13 September 2026 • 17:17:01 WIB
NAZA, Dokumenter Ekspos IDF di Gaza, Menang Special Jury Prize Venice
Dokumenter NAZA meraih Special Jury Prize di Venice Film Festival.

JAWA TENGAH — Kemenangan NAZA di Venice Film Festival menempatkan dokumenter ini sebagai salah satu rilisan paling diperbincangkan tahun ini. The Guardian bertindak sebagai produser, sementara Jonathan Glazer, sutradara pemenang Oscar lewat The Zone of Interest, duduk sebagai executive producer.

Pengambilan gambar dilakukan secara rahasia selama tiga tahun. Abraham dan Szor mewawancarai para perwira di atap gedung Tel Aviv pada malam hari, lalu memakai VFX untuk mengubah suara dan wajah para narasumber demi melindungi identitas mereka.

Isi Kesaksian 24 Perwira Israel

Dokumenter ini memuat testimoni dari 24 perwira militer Israel yang membeberkan sistem dan protokol yang mereka klaim dipakai untuk menargetkan dan membunuh warga sipil di Gaza. Judul NAZA sendiri berasal dari akronim yang digunakan militer Israel sebagai singkatan untuk korban sipil.

Salah satu kesaksian menyebut peretasan ponsel seorang anak perempuan berusia 12 tahun untuk melacak kapan ayahnya, yang menjadi target, pulang ke rumah. Serangan udara yang menyusul menewaskan seluruh keluarga tersebut. Kesaksian lain menggambarkan penembak jitu yang menembaki warga sipil Palestina saat mereka berusaha mencapai titik distribusi makanan.

NAZA dibangun di atas kerja investigasi Abraham bersama jurnalis The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call sepanjang 2023–2025. Film ini juga menjadi kelanjutan dari No Other Land, dokumenter yang memenangi Oscar dan mendokumentasikan kehancuran sebuah desa di Tepi Barat.

Respons IDF dan Kontroversi

Militer Israel (IDF) menolak keras seluruh tuduhan dalam film ini. Dalam pernyataannya, IDF menyoroti penggunaan kesaksian anonim yang disebut "tidak dapat diverifikasi."

IDF mengulang klaim bahwa pihaknya "menyerang target militer dan melakukan upaya luar biasa untuk meminimalkan kerugian warga sipil."

Abraham menyebut proses pencarian narasumber memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, karena para perwira sadar informasi yang mereka bocorkan sangat memberatkan. Ia juga menyinggung kondisi jurnalis di lapangan, termasuk 200 jurnalis Palestina yang tewas sejak konflik meletus.

"Karena ini bukan sesuatu dari masa lalu. Ini masih berlangsung," ujar Abraham kepada The Hollywood Reporter.

Ia menambahkan bahwa Israel hingga kini masih melarang jurnalis internasional masuk ke Gaza. Beban peliputan pun jatuh ke jurnalis Palestina yang menghadapi risiko besar.

Rekor Standing Ovation di Venice

Pemutaran perdana NAZA di Venice disambut standing ovation selama 25 menit, menjadikannya yang terpanjang sepanjang sejarah festival. Sambutan ini menegaskan posisi film sebagai salah satu dokumenter paling penting sekaligus paling kontroversial tahun ini.

Mk2 Films menangani penjualan worldwide NAZA. Belum ada informasi resmi soal jadwal tayang di platform streaming atau bioskop Indonesia.

Kemenangan di Venice memperkuat posisi dokumenter ini dalam percaturan penghargaan musim depan, sekaligus menandai makin besarnya perhatian industri film global terhadap peliputan konflik Gaza dari sudut pandang inside source.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks