JAWA TENGAH — Pertandingan Saudi Pro League antara Al-Taawoun dan Al-Hilal di Buraydah berakhir dengan skor 6-0 untuk tim tamu. Namun hasil di lapangan tenggelam oleh ulah sebagian penonton di tribun yang terekam kamera ponsel dan menyebar cepat di media sosial.
Rekaman dari tribun memperlihatkan suporter melantunkan nyanyian yang menyebut nama "Jota". Nyanyian itu diarahkan kepada Rúben Neves, gelandang Al-Hilal yang dikenal sebagai sahabat dekat Diogo Jota.
Nyanyian Ejekan Picu Reaksi Neves di Tengah Laga
Neves bereaksi langsung. Ia menunjuk matanya lalu mengarahkan jari ke langit, gestur yang dibaca sebagai penghormatan kepada Jota. Ia bermain 75 menit sebelum digantikan.
Usai laga, saat melintasi mixed zone, Neves melontarkan satu kalimat singkat: "I hope they don't go to pray afterwards."
Diogo Jota meninggal tahun lalu dalam kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol barat laut, bersama saudaranya, André Silva. Neves menjadi salah satu pengusung peti jenazah di pemakaman Jota.
Ronaldo Turun Tangan Lewat Kolom Komentar Instagram
Ronaldo menanggapi unggahan Instagram yang menampilkan rekaman insiden tersebut. Lewat akun pribadinya, ia menulis: "The league must take action and punish this kind of fan behaviour."
Ia melanjutkan: "This is no longer football, and there have to be limits. People who behave like this should never be allowed to enter a stadium again."
Pernyataan itu menuntut sanksi paling berat: larangan masuk stadion seumur hidup bagi suporter yang terlibat. Ronaldo, yang pernah menjadi rekan setim Jota di Timnas Portugal, tidak menyebut sanksi lain selain larangan permanen.
Liga Diminta Bertindak, Klub Belum Bersuara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Al-Taawoun maupun Al-Hilal. Reuters melaporkan telah menghubungi kedua klub untuk meminta komentar.
Saudi Pro League belum mengeluarkan respons terkait tuntutan Ronaldo. Regulasi liga soal sanksi suporter dan denda klub biasanya diumumkan melalui komite disiplin terpisah.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden suporter di sepak bola Arab Saudi musim ini. Sebelumnya, beberapa laga sempat diwarnai nyanyian provokatif yang berujung denda klub, meski jarang sampai menyentuh soal larangan masuk stadion.