JAWA TENGAH — Pergerakan rupiah yang menguat terbatas itu berbanding terbalik dengan tren kawasan. Dari sejumlah mata uang Asia, hanya yuan China yang ikut menguat 0,01 persen, sementara sisanya melemah terhadap dolar AS.
Mata Uang Asia Mayoritas Melemah, Peso Filipina Turun Paling Dalam
Tekanan di kawasan Asia datang dari beberapa mata uang utama. Peso Filipina melemah 0,19 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,24 persen, dan dolar Singapura turun 0,09 persen.
Yen Jepang juga melemah 0,09 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,04 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01 persen.
Mata Uang Negara Maju Juga Bergerak Bervariasi
Di kelompok mata uang utama, euro Eropa turun 0,12 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,05 persen. Dolar Australia mencatat koreksi paling dalam di antara mata uang maju dengan pelemahan 0,29 persen, sedangkan franc Swiss turun 0,09 persen.
Hanya dolar Kanada yang menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Tekanan dari Inflasi AS dan Harga Minyak di Atas US$100
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah pagi ini tidak akan bertahan lama. Menurutnya, data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan telah memicu kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS. Harga minyak mentah dunia yang juga terus naik melewati US$100 per barel ikut memberikan tekanan pada rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor tambahan yang membebani rupiah. Sebagai negara net importir minyak, Indonesia menghadapi risiko pelebaran defisit neraca perdagangan migas setiap kali harga minyak global menanjak.
Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Rentang tersebut mencerminkan volatilitas yang masih terbuka lebar.
Bagi pelaku pasar, level Rp17.605 yang tercatat pagi ini masih berada di batas bawah rentang proyeksi. Jika tekanan eksternal berlanjut, rupiah berpotensi bergerak menuju sisi atas rentang tersebut.
Investasi mengandung risiko.