JAWA TENGAH — Data wholesales Gaikindo menunjukkan Honda Super One baru dikirim ke dealer sebanyak 46 unit pada Agustus 2026. Sementara dari sisi impor, sudah ada 73 unit yang masuk ke Indonesia — semuanya masih berstatus Completely Built Up (CBU) dari Jepang.
Artinya, sekitar 27 persen sisa kuota untuk Indonesia akan segera habis. Pasalnya, kuota Honda Super One tahun ini hanya 100 unit.
Pemesanan Sudah Lewat Kuota, Honda Belum Pastikan Tambahan
Masalahnya bukan soal distribusi, tapi permintaan yang jauh melampaui pasokan. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyebut angka pemesanan sudah menembus kuota yang tersedia.
"Pemesanan Super One sudah di atas 180 unit," kata Billy saat dihubungi detikOto pada Agustus lalu.
Setelah 100 unit habis, Billy belum bisa memastikan berapa tambahan unit yang bakal dialokasikan untuk pasar Indonesia. Situasi ini wajar mengingat Super One juga mencatatkan lebih dari 12.000 pemesanan di Jepang hanya dalam dua bulan sejak peluncuran.
Spesifikasi: Baterai 29,6 kWh, Klaim 274 Km
Honda Super One menggendong baterai berkapasitas 29,6 kWh dengan klaim jarak tempuh 274 km dalam satu kali pengecasan. Pengisian daya butuh sekitar 4,5 jam dengan charger biasa, atau sekitar 30 menit lewat pengisian daya cepat.
Mobil ini mengusung konsep Pocket Rocket. Honda menyematkan sejumlah fitur yang diklaim menambah kesenangan berkendara:
- BOOST Mode
- Simulated 7-Speed Shift
- Virtual Engine Sound
- Ban Yokohama ADVAN Fleva
- Sound System BOSE
- Magic Seat
Ada juga Honda Power Supply Connector, perangkat keluaran daya AC eksternal yang mampu menghasilkan listrik hingga 1.500W. Fungsinya untuk mengoperasikan peralatan listrik di luar rumah atau sebagai sumber daya cadangan saat darurat.
Harga dan Catatan
Honda resmi memasarkan Super One dengan banderol Rp 438.000.000 on the road Jakarta. Di kelas mobil listrik compact, harga ini menempatkannya di segmen premium.
Yang perlu diperhatikan calon pembeli: stok sangat terbatas. Dengan kuota 100 unit dan pemesanan yang sudah lewat 180 unit, calon pembeli berpotensi masuk daftar tunggu panjang. Honda juga belum memberi kepastian soal tambahan alokasi untuk Indonesia.
Status CBU dari Jepang turut memengaruhi ketersediaan unit dan waktu pengiriman. Untuk mobil listrik dengan jarak tempuh 274 km, Super One lebih cocok dipakai sebagai kendaraan harian dalam kota ketimbang perjalanan jauh antar-provinsi.