BATANG — Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Batang 2026 menempatkan Kecamatan Tersono sebagai juara umum. Gelaran yang dipusatkan di Madin At-Taqwa, Dukuh Kedung Dowo, Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, itu diikuti santri madrasah diniyah dari 15 kecamatan.
Porsadin menjadi ruang bagi santri untuk mengasah potensi di bidang olahraga dan seni, sekaligus membentuk karakter. Sebanyak 16 cabang perlombaan dipertandingkan dalam ajang tahun ini.
Cabang Lomba: dari Lari 100 Meter hingga Pidato
Cabang yang dipertandingkan mencakup lari 100 meter, tenis meja, bulu tangkis, cerdas cermat, kaligrafi, azan, MTQ, dan pidato. Total 16 cabang diperlombakan sepanjang kegiatan berlangsung.
Ketua DPC Forum Kerjasama Diniyah Takmiliyah (FKDT) Batang H. Suwandi menyebut Porsadin sebagai ajang strategis untuk menjaring bakat sekaligus membentuk karakter santri.
"Para santri yang berhasil meraih juara akan mewakili Kabupaten Batang dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Tegal," katanya.
Wakil Bupati Tekankan Adab dan Akhlak, Bukan Hanya Nilai Akademik
Wakil Bupati Batang Suyono menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Menurutnya, anak tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga adab, akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan ketangguhan.
"Anak-anak harus diajarkan tentang adab dan akhlak, bagaimana menghargai orang lain. Mereka juga perlu dikenalkan dengan kesulitan, karena dari kesulitan itu anak dapat belajar menjadi pribadi yang tangguh," ujarnya.
Harapannya, kegiatan semacam Porsadin mampu melahirkan generasi santri yang kreatif, mandiri, berprestasi, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Para Juara?
Para santri yang meraih juara di tingkat kabupaten akan mewakili Batang dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah di Tegal. Ajang itu menjadi tahap berikutnya bagi santri madrasah diniyah Batang untuk menguji kemampuan di panggung yang lebih luas.