SEMARANG — Majelis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (MKTIQ) memasuki babak semifinal dengan 12 peserta yang mewakili delapan provinsi. Enam peserta putra dan enam peserta putri berlomba menulis gagasan bertema ecotheology di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah.
Delapan provinsi yang mengirim kafilah ke semifinal adalah Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Tema ecotheology mengangkat keterkaitan Al-Qur'an dengan lingkungan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Waktu Pengerjaan Dipangkas dari Sembilan Jam Jadi Delapan Jam
Panitia memangkas durasi pengerjaan pada babak semifinal. Peserta mendapat waktu delapan jam, berkurang satu jam dibandingkan babak penyisihan yang berlangsung sembilan jam.
Penanggung jawab Majelis KTIQ, Rondiyah, menyampaikan bahwa tema yang diambil mengaitkan Al-Qur'an dengan persoalan lingkungan. "Ada 12 peserta, masing-masing enam putra dan enam putri. Adapun tema yang diambil Ecotheology, yang mengangkat keterkaitan Al-Qur'an dengan lingkungan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat," ujarnya.
Setelah perlombaan, penjurian dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026). Babak final digelar sehari berselang, Jumat (18/9/2026).
Kafilah Aceh Cetak Sejarah, Wakil Banten Datang dengan Bekal Studi Doktoral
Kafilah asal Aceh, Fathassururi, menyebut tantangan terbesar baginya adalah menentukan permasalahan yang harus diselesaikan. Menurut dia, banyaknya kasus ekologis yang terjadi membuat pemilihan gagasan jadi tidak mudah.
"Saya pribadi tantangannya itu menentukan permasalahan yang harus kita selesaikan saat ini, karena dengan begitu banyak kasus yang ada, gagasan seperti apa yang harus saya berikan," ujar satu-satunya wakil dari "Tanah Rencong" itu.
Fatha tetap optimistis. Tahun ini menjadi kali pertama kafilah Aceh mencapai babak semifinal. "Saya sangat bersyukur, dan insyaallah semoga nanti memperoleh hasil terbaik," harapnya.
Kafilah Banten, Silvani Rizki Amalia, mengaku waktu persiapannya sempit karena tengah menyelesaikan studi doktoral. Meski begitu, ia optimistis lantaran tema semifinal sesuai dengan bidang yang ia geluti.
"Ini tema yang saya banget. Di ecotheology, ketika kita menjelaskan suatu