Pencarian

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut 35 Kabupaten/Kota di Jateng Adem Tenteram Selama Sembilan Hari MTQ Nasional XXXI

Minggu, 20 September 2026 • 09:47:04 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Sebut 35 Kabupaten/Kota di Jateng Adem Tenteram Selama Sembilan Hari MTQ Nasional XXXI

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung sembilan hari meninggalkan suasana tenteram di seluruh wilayah provinsi. Penutupan digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (19/9/2026).

Menurut Luthfi, gaung MTQ tidak hanya terasa di lokasi perlombaan, tetapi juga merambah ruang digital. Konten bertema MTQ membanjiri media sosial selama kegiatan berlangsung.

Media Sosial Dipenuhi Konten MTQ selama Sembilan Hari

Luthfi menilai banjir konten positif itu menjadi penyeimbang di tengah derasnya informasi digital yang kerap diwarnai disinformasi, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam.

"Sembilan hari kita telah bersama dalam suasana penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi di seluruh pelosok Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia dan dunia, sehingga hari ini terasa tenteram, aman, dan damai. Media sosial pun dipenuhi oleh MTQ selama sembilan hari," kata Luthfi.

Ia berharap semangat menyebarkan pesan menyejukkan tidak surut setelah MTQ berakhir. Masyarakat, menurutnya, membutuhkan informasi yang mengedepankan kebenaran.

"Dengan MTQ, semua kembali kepada hal-hal yang benar, menceritakan hal-hal yang benar," ujarnya.

Luthfi: Tidak Ada Kasak-kusuk di 35 Kabupaten/Kota

Gubernur menyebut kebersamaan selama MTQ juga terasa di berbagai daerah. Ia menggambarkan kondisi 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah tetap adem tenteram tanpa gejolak berarti.

"Hikmahnya di Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota selama sembilan hari adem tenteram, tidak ada kasak-kusuk terkait MTQ. Kalau pada saat MTQ kok Anda membuat fitnah, dosa besar yang Anda lakukan," katanya.

Ia kembali mengingatkan warga agar menjaga suasana positif yang terbentuk, terutama saat menggunakan media sosial.

"Ceritakan hal menyejukkan, jangan ulangi fitnah yang bergentayangan di dunia maya," ujarnya.

Transaksi UMKM Tembus Rp2,41 Miliar, Nilai Ekonomi Rp1,32 Triliun

Dampak ekonomi turut menyertai perhelatan MTQ Nasional XXXI. Pelaku UMKM yang terlibat dalam berbagai pameran mencatat nilai transaksi sekitar Rp2,41 miliar, baik melalui pameran maupun kanal e-commerce.

Secara keseluruhan, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diperkirakan menarik sekitar 250 ribu pengunjung. Aktivitas tersebut disebut menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp1,32 triliun.

"Ini menandakan bahwa MTQ memberikan berkah lahir dan batin bagi kita semua. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, seluruh kafilah, dan panitia," kata Luthfi.

Kalimantan Timur Juara Umum, Jateng Runner-up

Dari hasil perlombaan, Kalimantan Timur berhasil mempertahankan posisi juara umum MTQ Nasional XXXI. Jawa Tengah sebagai tuan rumah berada di posisi runner-up.

Posisi ketiga ditempati DKI Jakarta, disusul Aceh dan Jawa Timur di peringkat keempat, serta Jawa Barat di peringkat kelima.

Luthfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian perlombaan. Menurutnya, pencapaian itu buah dari proses dan persiapan panjang setiap kafilah.

"Selamat kepada Kalimantan Timur yang kembali menjadi juara umum. Semua peserta tetap juara di hadapan Allah SWT karena telah melantunkan dan mengamalkan Al-Qur'an," katanya.

Menteri Agama: Tugas Kafilah Belum Selesai

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungannya terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Apresiasi khusus ia sampaikan kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Nasaruddin menegaskan berakhirnya perlombaan bukan berarti berakhir pula pesan utama MTQ. Nilai-nilai Al-Qur'an, menurut dia, harus dibawa para kafilah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke daerah masing-masing.

"Setelah ini seluruh kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Tugas kita tidak selesai setelah MTQ ini selesai, tapi ada tugas yang lebih mulia yaitu membawa cahaya Al-Qur'an ke dalam kehidupan nyata," kata Nasaruddin.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks