SEMARANG — Kawasan Jalan Pandanaran sudah lama dikenal sebagai pusat jajanan oleh-oleh khas Semarang. Lokasi itu ramai didatangi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan sebelum kembali ke daerah asal. Sejumlah nama kuliner legendaris maupun kekinian tersedia di sana.
Kuliner Semarang punya ciri rasa manis gurih yang khas kota pesisir utara Jawa. Proses pengolahannya masih mengacu resep warisan leluhur, dengan bahan baku alami dan cara tradisional. Banyak pembeli rela mengantre demi mendapat produk yang masih segar dari dapur.
Daya tahan produk jadi pertimbangan tersendiri bagi wisatawan. Sebagian oleh-oleh khas Semarang tetap awet meski dibawa dalam perjalanan jauh ke luar kota. Pembeli tetap diminta memperhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.
Mengapa Kuliner Semarang Tetap Bertahan hingga Sekarang?
Konsistensi rasa disebut sebagai alasan utama kuliner Semarang tak kehilangan pembeli. Resep yang dipertahankan turun-temurun membuat cita rasanya tidak berubah dari waktu ke waktu. Hal itu pula yang membuat popularitasnya bertahan lintas generasi.
1. Lumpia Rebung, Sajian Legendaris yang Disantap Hangat
Lumpia Semarang berisi rebung manis yang dipadukan dengan daging ayam dan udang segar. Kulitnya renyah, sementara tekstur isiannya lembut dan menyatu sempurna. Sensasi gurihnya paling terasa saat lumpia disantap dalam kondisi hangat.
Hidangan ini biasa disajikan bersama saus kental manis. Pelengkapnya berupa acar mentimun dan daun bawang segar. Kombinasi itu disebut memberi rasa otentik yang memanjakan lidah.
2. Lumpia Goreng, Alternatif yang Lebih Tahan Lama
Selain versi basah, lumpia Semarang juga tersedia dalam bentuk goreng. Versi ini lebih praktis dibawa sebagai buah tangan karena teksturnya lebih kering. Rasanya tetap gurih dengan isian rebung dan campuran daging yang sama.
3. Tahu Bakso, Camilan Kekinian Favorit Wisatawan Muda
Tahu bakso menjadi salah satu oleh-oleh yang populer di kalangan wisatawan muda. Tahu putih diisi adonan bakso, lalu dikukus atau digoreng sesuai selera pembeli. Bentuknya kecil sehingga mudah dikemas dan dibawa dalam perjalanan.
Sejumlah produsen di Semarang kini menawarkan varian rasa tambahan untuk menarik pembeli. Kemasan tahu bakso juga dibuat lebih modern agar cocok dijadikan buah tangan. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan isi kemasan.
4. Bandeng Presto, Olahan Ikan Tanpa Tulang yang Praktis
Bandeng presto diolah dengan teknik pengukusan bertekanan tinggi sehingga durinya lunak. Wisatawan bisa menyantap ikan ini tanpa khawatir tersedak tulang halus. Rasanya gurih dengan bumbu kuning atau bumbu rempah yang meresap.
5. Wingko Babat, Camilan Manis dari Kelapa Muda
Wingko babat dibuat dari campuran kelapa muda dan ketan yang dipanggang. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang tidak berlebihan. Camilan ini cocok disantap bersama teh atau kopi di rumah.
Cara Memilih Oleh-oleh agar Tidak Salah Beli
Wisatawan disarankan membeli produk yang masih baru dan dikemas rapi. Perhatikan juga komposisi serta tanggal kedaluwarsa pada label kemasan. Untuk perjalanan jauh, pilih jenis oleh-oleh yang lebih tahan lama seperti lumpia goreng atau wingko.
Membawa pulang kuliner khas Semarang disebut memberi kenangan tersendiri bagi wisatawan. Setiap gigitan menghadirkan rasa otentik kota tersebut. Pilihan ini pun dianggap pas untuk keluarga di rumah.