Pencarian

3 Toko Lumpia Legendaris Semarang, Jejak Keluarga Tjoa Thay Joe Sejak 1870-an

Selasa, 22 September 2026 • 07:17:01 WIB
3 Toko Lumpia Legendaris Semarang, Jejak Keluarga Tjoa Thay Joe Sejak 1870-an
Pedagang menyiapkan lumpia pesanan pembeli di kedai Lumpia Gang Lombok, Semarang.

SEMARANG — Lumpia Semarang lahir dari dapur pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi pada abad ke-19, tepatnya sekitar 1870-an. Resep yang mereka racik kemudian menurun ke generasi berikutnya dan bertahan lewat tiga kedai yang beroperasi sampai sekarang.

Ketiganya adalah Lumpia Gang Lombok, Cik Meme, dan Mbak Lien. Masing-masing menempati lokasi berbeda di Kota Semarang, tetapi semuanya masih mengacu pada resep akulturasi yang sama.

Dari Dapur Keluarga ke Sudut Kota Tua

Kedai-kedai lumpia otentik di sudut kota tua Semarang selalu ramai pembeli. Antrean datang sejak pagi, terutama dari warga yang ingin menyantap lumpia dalam kondisi segar langsung dari wajan.

Isian rebung segar menjadi penanda utama. Aroma legit manis berpadu dengan kulit yang renyah, kombinasi yang membuat lumpia Semarang berbeda dari gorengan sejenis di daerah lain.

Bahan bakunya diproses cermat untuk menjaga mutu keaslian di setiap kedai. Bumbu yang dipakai masih mengikuti warisan leluhur, bukan modifikasi rasa yang mengikuti selera pasar sesaat.

Mengapa Pembeli Rela Mengantre Sejak Pagi

Cita rasa gurih dan manisnya dianggap sulit ditiru. Tekstur renyah serta isian daging yang melimpah membuat sajian ini punya kelezatan otentik yang berkesan bagi pembeli.

Daya tahan lumpia juga terbilang lama. Kudapan ini tetap layak dibawa untuk perjalanan jauh ke luar kota, sehingga sering jadi oleh-oleh khas Semarang.

Kepopulerannya tidak pudar oleh waktu karena kedai-kedai ini konsisten mempertahankan resep asli. Pembeli yang datang bukan hanya mengejar rasa, tetapi juga pengalaman menyantap kuliner warisan di tempat asalnya.

Tiga Nama yang Bertahan Lebih dari Seabad

Lumpia Gang Lombok, Cik Meme, dan Mbak Lien berdiri sebagai tiga titik utama dalam peta kuliner akulturasi Semarang. Ketiganya berangkat dari garis keturunan yang sama, meski kini dikelola dengan cara dan lokasi masing-masing.

Jelajah cita rasa di tiga kedai ini menghadirkan kenangan tersendiri bagi pengunjung. Baik untuk keperluan bekerja maupun berlibur, menyambangi ketiganya bisa jadi agenda yang melengkapi kunjungan ke Ibu Kota Jawa Tengah.

Setiap gigitan menyajikan keotentikan resep akulturasi budaya lokal. Bagi yang belum pernah mencoba, tiga nama itu menjadi rekomendasi utama untuk dicicipi langsung di lokasinya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks