JAWA TENGAH — Perenang Jepang Shin Ohashi menorehkan rekor dunia 200m gaya dada dengan catatan waktu 2 menit 4,83 detik di Asian Games. Remaja 17 tahun itu memecahkan rekor sebelumnya milik Qin Haiyang dari China yang bertahan sejak Kejuaraan Dunia 2023.
Ohashi finis jauh di depan para pesaingnya dan memangkas rekor lama 2:05,48 yang dibuat Qin Haiyang di Kejuaraan Dunia 2023. Catatan waktunya terpaut hampir satu detik lebih cepat dari rekor tersebut.
Ini menjadi medali emas kedua Ohashi di Asian Games edisi kali ini. Sebelumnya, ia berbagi gelar juara 100m gaya dada bersama perenang China, Dong Zhihao.
Sempat Terpapar Covid-19 Jelang Lomba
Persiapan Ohashi menuju Asian Games sempat terganggu. Ia terpapar Covid-19 dalam fase pematangan menjelang kompetisi.
"Soal Covid, ada bagian di mana hal itu menciptakan sedikit kecemasan bagi saya secara mental," kata Ohashi usai lomba.
"Tapi sebaliknya, secara fisik saya rasa itu bagus karena saya bisa mengistirahatkan tubuh dengan benar sebagai periode pemulihan," tambahnya.
Kondisi tersebut tidak menghalangi performanya di kolam. Ohashi justru tampil dominan dan menuntaskan lomba dengan rekor dunia baru.
Rekor Junior yang Sudah Diwaspadai Marchand
Nama Ohashi bukan pendatang baru di panggung renang internasional. Tahun lalu, ia menyapu lima medali emas di Kejuaraan Dunia Junior.
Penampilan itu membuat perenang Prancis Leon Marchand, bintang di kolam renang Olimpiade Paris 2024, menyebut Ohashi sebagai prospek yang "menakutkan".
Asian Games kali ini juga melahirkan fenomena remaja lain. Perenang China Yu Zidi, 13 tahun, meraih medali emas ketiganya pada Rabu.
Zhang Zhanshuo Raih Emas Keenam
Di nomor lain, Zhang Zhanshuo menambah koleksi medali emasnya. Perenang 19 tahun asal China itu meraih emas keenam di Asian Games setelah timnya menang di estafet 4x100m gaya bebas.
Dominasi perenang muda Asia menjadi catatan tersendiri di ajang ini. Ohashi dan Zhang menjadi dua nama yang paling banyak menyumbang emas bagi kontingen masing-masing.