KARANGANYAR — Lomba yang sebelumnya dibuka Bupati Karanganyar H. Rober Christanto itu berlangsung meriah sejak pagi. Tepuk tangan dan yel-yel peserta memenuhi Lapangan Makodim 0727/Karanganyar sepanjang pertandingan.
Ratusan pelajar tampil all out di tiga kategori utama. Mereka beradu ketangkasan dalam Peraturan Baris Berbaris atau PBB, menggemakan Lagu Wajib Nasional dengan penuh penghayatan, dan memekikkan yel-yel kreatif yang membakar semangat.
Bupati menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang adu juara. Menurutnya, lomba ini menjadi kawah candradimuka bagi pelajar untuk belajar disiplin, kekompakan, kreativitas, hingga jiwa kepemimpinan.
Dandim: Lomba Ini Bukan Sekadar Mencari Juara
Dalam amanatnya saat menutup kegiatan, Dandim menegaskan lomba memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar piala.
"Lomba ini bukan hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda dalam membangun karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan semangat nasionalisme," tegas Dandim.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Polres, panitia, dewan juri, guru pendamping, dan seluruh pihak yang membuat acara berjalan tertib, aman, dan sukses.
Pesan untuk Juara dan Peserta yang Belum Berhasil
Kepada para juara, Dandim mengucapkan selamat atas capaian mereka. Sementara bagi yang belum berhasil, ia berpesan agar tidak patah semangat.
Pengalaman bertanding dianggap sebagai bekal untuk terus berkembang. Dandim menilai kekalahan bukan akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter.
Melalui lomba ini, sinergi TNI, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat semakin solid. Tujuannya mencetak generasi muda Karanganyar yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air.