SEMARANG — Ribuan anggota Tapak Suci memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (8/8), dalam pembukaan Muktamar XVI. Di tengah kemeriahan atraksi bela diri, dua tokoh nasional justru mengarahkan perhatian pada isu yang lebih mendasar: bagaimana olahraga ini membentuk mental dan akhlak generasi penerus.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara tegas mengingatkan bahwa tolak ukur keberhasilan pembinaan pencak silat tidak boleh berhenti pada jumlah medali. Menurutnya, nilai luhur yang tertanam dalam setiap latihan justru menjadi capaian yang jauh lebih penting.
"Pencak silat mengajarkan pentingnya mengendalikan diri sendiri. Pengembangan pencak silat tidak semestinya hanya diukur dari medali, melainkan dari pembentukan manusia yang berkarakter," tegas Agustina dalam sambutannya.
Ruang Publik untuk Generasi Muda
Di hadapan para pendekar dan pengurus organisasi, Agustina menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar membangun fasilitas olahraga. Ia mendorong adanya ruang tumbuh yang sehat bagi anak muda di tengah derasnya arus aktivitas yang kurang produktif.
"Tugas pemerintah bukan hanya membangun fasilitas. Pemerintah juga harus memastikan anak-anak muda punya ruang untuk berlatih, berkompetisi, berkarya, dan menemukan lingkungan yang membentuk mereka menjadi lebih baik," jelasnya.
Pernyataan tersebut relevan dengan dinamika kota besar seperti Semarang, di mana ruang publik yang aman dan positif kerap menjadi tantangan tersendiri bagi remaja.
Keseimbangan Fisik dan Spiritual
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti dimensi lain yang tak kalah krusial. Ia mengingatkan bahwa kekuatan fisik tanpa diimbangi keteguhan spiritual hanya akan melahirkan pribadi yang rapuh.
Menurut Haedar, perpaduan antara latihan fisik dan pendidikan akhlak adalah kunci untuk mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berani membela kebenaran. Ia menyebut sosok tersebut sebagai generasi berjiwa kesatria.
"Fisik yang prima harus berjalan berdampingan dengan kekuatan spiritual. Perpaduan sempurna ini melahirkan generasi berjiwa kesatria yang berani membela kebenaran dan melindungi masyarakat," ujarnya.
Sinergi Organisasi dan Pemerintah
Haedar mengapresiasi sinergi antara Tapak Suci dan pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus memperluas akses anak muda terhadap aktivitas positif.
Muktamar XVI ini sendiri menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan selama ini sekaligus merumuskan arah pengembangan Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke depan. Berbagai program kerja dan kepengurusan baru dijadwalkan menjadi agenda utama dalam forum yang berlangsung di ibu kota Jawa Tengah tersebut.