Pencarian

Asing Net Sell Rp 1,10 Triliun Sepekan, Saham Empat Bank Besar Paling Dibuang

Minggu, 27 September 2026 • 09:48:01 WIB
Asing Net Sell Rp 1,10 Triliun Sepekan, Saham Empat Bank Besar Paling Dibuang
Investor asing mencatat jual bersih Rp 1,10 triliun di seluruh pasar sepanjang 19–23 September 2026.

JAWA TENGAH — Investor asing mencatatkan jual bersih Rp 1,10 triliun di seluruh pasar sepanjang periode 19–23 September 2026, dengan saham perbankan besar menjadi sasaran utama pelepasan. Di pasar reguler, nilai net sell asing bahkan lebih dalam, mencapai Rp 1,64 triliun. Aksi jual ini memperpanjang tren keluarnya dana asing dari bursa saham Indonesia yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan total pembelian asing sepanjang tahun berjalan menembus Rp 1.240,50 triliun, sementara total penjualannya mencapai Rp 1.317,44 triliun. Selisih keduanya membuat posisi asing masih defisit Rp 76,95 triliun secara year-to-date di seluruh pasar.

Di pasar reguler, angka net sell asing tercatat lebih besar lagi, yakni Rp 104,83 triliun. Namun pasar tunai dan negosiasi masih mencatatkan aliran masuk dana asing sebesar Rp 27,88 triliun secara YTD.

Empat Bank Besar Jadi Sasaran Utama Pelepasan

Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat membuang saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dilego dengan nilai Rp 1,1 triliun.

Menyusul di belakangnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dijual Rp 684,3 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 597,4 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 125,6 miliar.

Selain keempat bank tersebut, daftar saham paling banyak dilego asing sepanjang pekan meliputi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

MDKA hingga BRMS Jadi Buruan di Tengah Tekanan Jual

Di sisi lain, asing masih menempatkan sejumlah saham di daftar beli. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin dengan nilai pembelian Rp 149,6 miliar, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 82,1 miliar.

Investor asing juga mencatatkan pembelian pada PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 67,2 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 48,7 miliar. Deretan lainnya diisi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

IHSG Turun 3,09% dalam Sepekan

Tekanan jual asing berdampak langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG ditutup melemah 0,9% atau 56,72 poin ke level 6.241 pada perdagangan Jumat (25/9), dengan net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 559,16 miliar pada hari itu.

Secara mingguan, IHSG terkoreksi 3,09% dari 6.441,159 menjadi 6.241,892. Penurunan indeks turut menggerus kapitalisasi pasar BEI sebesar 3,20% menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyebut rata-rata volume transaksi harian sepanjang 21–25 September 2026 justru naik 2,04% menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham sepekan sebelumnya. Namun rata-rata frekuensi transaksi harian turun 3,95% menjadi 1,82 juta transaksi dari 1,89 juta transaksi.

Nilai transaksi harian juga merosot tajam 21,32% menjadi Rp 11,98 triliun dari Rp 15,22 triliun. "Dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 77,52 triliun," tulis Yosi dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/9).

Tekanan Berlanjut, Perbankan Masih Jadi Sorotan

Posisi net sell asing yang sudah menembus Rp 76,95 triliun secara YTD menunjukkan tekanan jual belum mereda. Konsentrasi pelepasan di saham perbankan besar menjadi sinyal tersendiri bagi pelaku pasar, mengingat sektor ini selama ini menjadi penopang utama kapitalisasi pasar BEI.

Bagi investor ritel, deretan saham yang masih diburu asing seperti MDKA, BRMS, dan TAPG bisa menjadi acuan dalam membaca arah rotasi sektoral. Sementara itu, pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada apakah aliran dana asing kembali masuk ke pasar reguler atau justru memperbesar posisi jualnya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks