Pencarian

Influenza Anak 0-4 Tahun Meningkat, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Selasa, 29 September 2026 • 14:47:01 WIB
Influenza Anak 0-4 Tahun Meningkat, Kenali Gejala dan Pencegahannya
Kasus influenza nasional meningkat dari 35 persen menjadi 46 persen hingga 19 September 2026.

JAWA TENGAH — Kasus influenza di Indonesia naik dari 35 persen menjadi 46 persen hingga 19 September 2026, dan 42 persen menyerang anak usia 0-4 tahun. Ibu perlu tahu bedanya Influenza A dengan flu biasa, tanda bahaya yang wajib dibawa ke IGD, plus langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.

Kementerian Kesehatan RI mencatat kelompok usia 0-4 tahun menyumbang porsi terbesar kasus influenza yang terdeteksi. Angka ini muncul saat kasus influenza nasional menunjukkan tren naik menjelang musim penghujan.

Dokter spesialis anak menyebut anak usia 0-17 tahun dua kali lebih rentan terkena flu bergejala dibanding orang dewasa. Ada alasan fisiologis di baliknya, bukan sekadar soal daya tahan tubuh yang belum matang.

Mengapa Anak Kecil Lebih Mudah Tertular Influenza

Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.S, Subsp.Inf. P.T. (K), menjelaskan postur tubuh anak yang lebih pendek membuat mereka lebih mudah menghirup virus dari orang dewasa yang sakit. Fisiologi pertahanan saluran napas anak juga belum sesempurna orang dewasa.

Penularan tidak selalu lewat droplet langsung. Virus influenza bisa bertahan hingga 48 jam di permukaan keras seperti meja dan gagang pintu, serta 8-12 jam di permukaan lunak seperti baju dan tisu.

"Influenza dengan cepat menularkan anak sebab virus ini bisa menular secara tidak langsung," papar Anggi, dikutip dari laman Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jumat (25/9/2026).

Bedanya Influenza A dengan Flu Biasa

Flu biasa berkembang bertahap dalam satu hingga dua hari, dimulai dari hidung tersumbat, bersin, dan nyeri tenggorokan ringan. Demamnya biasanya ringan atau bahkan tidak ada.

Influenza A datang dengan gejala yang jauh lebih khas dan mendadak:

  • Demam tinggi mendadak, sering di atas 38°C hingga 40°C
  • Nyeri otot dan sendi berat (myalgia), terutama di punggung, paha, dan lengan
  • Sakit kepala intens
  • Kelelahan ekstrem yang jauh lebih berat dari biasanya
  • Batuk kering yang mengganggu
  • Nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau berair
  • Mual, muntah, atau diare yang lebih sering pada anak-anak

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Beberapa kondisi membuat anak lebih rentan tertular influenza. Usia di bawah lima tahun masuk kelompok paling berisiko.

Anak yang rutin beraktivitas di daycare atau sekolah juga lebih mudah terpapar. Riwayat gangguan tumbuh kembang atau neurologi, serta tinggal di lingkungan padat, menambah risiko penularan.

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter

Anggi menyarankan anak dibawa ke dokter bila aktivitasnya berkurang meski demam sudah turun. Anak yang kurang minum dan tidak berkemih lebih dari empat jam meski sudah banyak minum juga perlu diperiksa.

Ada tanda yang mengharuskan anak langsung dibawa ke IGD:

  • Napas cepat dengan tarikan dinding dada, leher, atau napas cuping hidung
  • Anak tampak kebiruan
  • Dehidrasi dan tidak mau minum
  • Gelisah, tampak mengantuk, dan sulit dibangunkan

Jika salah satu tanda ini ditemukan, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Cara Mencegah Penularan Influenza di Rumah

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) jadi langkah dasar. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau pakai hand sanitizer saat di luar rumah.

Vaksinasi influenza tahunan dianjurkan, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Anak yang sakit sebaiknya tetap di rumah dan memakai masker saat berada di kerumunan.

Terapkan etika batuk dan bersin untuk mencegah penularan ke orang lain. Jika gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari, segera akses fasilitas pelayanan kesehatan.

Bagi anak yang sedang dalam perjalanan dan mengalami sakit, sampaikan kondisinya kepada awak alat angkut atau petugas kesehatan di pelabuhan, bandara, dan PLBN setempat.

Mengenali gejala Influenza A lebih awal membuat ibu bisa mengambil keputusan cepat. Dengan pencegahan sederhana di rumah dan vaksinasi rutin, risiko anak tertular bisa ditekan.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks