WONOGIRI — Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu pertama kali diketahui petugas piket kandang yang melihat kepulan asap disertai api. Pemilik langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran, sementara karyawan dan penjaga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan tiba.
Damkar Wonogiri mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Kandang yang sebagian konstruksinya terbuat dari kayu dan bambu membuat api cepat menjalar ke seluruh bangunan.
Sumber Api Diduga dari Pemanas Arang
Laporan awal menyebut sumber api berasal dari pemanas berbahan arang yang kemudian membakar area di sekeliling kandang. Dugaan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Petugas setibanya di lokasi langsung melakukan pemadaman, dilanjutkan penyemprotan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Penanganan turut dibantu penjaga kandang dan warga sekitar.
Bangunan hingga Mixer Pakan Ikut Terdampak
Selain bangunan kandang dan 11.000 anak ayam berusia tiga hari, barang yang dilaporkan terdampak meliputi mixer pakan, alat pengaduk ayam, serta alat penyemprot air. Laporan Damkar belum merinci jumlah anak ayam yang berhasil diselamatkan maupun kondisi akhir seluruh peralatan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp 400 juta.
Pemadaman Berlangsung hingga 06.15 WIB
Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mewakili Kepala Bidang Damkar Joko Prayitno dan Kepala Satpol PP Wonogiri Joko Susilo, melaporkan proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lancar serta terkendali.
"Setelah area kandang dinyatakan aman, tim pemadam kembali ke markas. Operasi penanganan berlangsung mulai pukul 03.30 WIB hingga 06.15 WIB," jelas Sriyanto Kembo.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap peralatan pemanas, instalasi listrik, dan material mudah terbakar di kandang ayam, terutama saat penjaga melakukan piket malam hingga dini hari.