BOYOLALI — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat warga tengah terlelap. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan kandang berukuran 20×8 meter yang terbuat dari kayu dan bambu. Pemilik kandang, Suwarno (45), baru mengetahui kebakaran setelah mendengar suara gemuruh dan melihat kepulan asap tebal dari arah kandangnya.
“Saya kaget sekali. Begitu bangun, api sudah membesar. Tidak sempat menyelamatkan ayam karena apinya sangat cepat,” ujar Suwarno saat ditemui di lokasi kejadian.
Pemadaman Terkendala Listrik dan Akses Jalan
Tim pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Boyolali tiba sekitar pukul 04.10 WIB dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Namun, proses pemadaman sempat terhambat karena sumber air jauh dan akses jalan menuju lokasi yang sempit. Selama proses pemadaman, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemutusan jaringan arus listrik di area sekitar guna memitigasi terjadinya hubungan pendek arus listrik susulan.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh ayam yang siap panen dalam dua pekan ke depan hangus terbakar.
Dugaan Korsleting Listrik Jadi Pemicu
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menduga api berasal dari korsleting listrik pada instalasi kabel di bagian belakang kandang. Kapolsek Karanggede, AKP Suharno, membenarkan dugaan tersebut. “Sementara ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, dari keterangan saksi dan kondisi di lapangan, korsleting listrik menjadi penyebab yang paling mungkin,” katanya.
Suwarno mengaku bahwa kandang tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarganya. Ia mengaku belum memiliki asuransi untuk kandang maupun ternaknya. “Ini semua modal pinjaman. Saya bingung harus bagaimana ke depannya,” keluhnya.
Imbauan bagi Peternak: Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak ayam di Boyolali dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran. Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mengimbau peternak untuk rutin memeriksa instalasi listrik di kandang, terutama pada malam hari saat beban listrik meningkat.
“Kami prihatin atas kejadian ini. Ke depan, kami akan menggencarkan sosialisasi keselamatan kebakaran kandang, termasuk pentingnya memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi peternakan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Boyolali, Ir. Bambang Sutrisno, M.Si.
Berapa Kerugian Akibat Kebakaran Kandang Ayam di Boyolali?
Kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta. Angka tersebut mencakup nilai 8.000 ekor ayam potong yang siap panen, bangunan kandang, serta peralatan pendukung seperti tempat pakan dan minum otomatis yang ikut terbakar.
Apakah Ada Bantuan untuk Korban Kebakaran Kandang?
Pemerintah Desa Ngemplak bersama Dinas Sosial Boyolali telah mendata kerugian dan akan memberikan bantuan sementara berupa sembako dan kebutuhan dasar. Namun, untuk pemulihan usaha, Suwarno masih harus menunggu program bantuan modal dari dinas terkait. Warga sekitar juga telah membuka donasi sukarela untuk meringankan beban korban.