JAWA TENGAH — BYD Atto 2 dipastikan bakal dijual di Indonesia dan sejumlah tenaga penjual sudah membuka pemesanan dengan tanda jadi Rp 10 juta. SUV listrik kompak ini diperkirakan dibanderol di kisaran Rp 300 jutaan, mengisi celah antara Atto 1 dan Atto 3 di lineup BYD.
Kepastian kehadiran Atto 2 di pasar lokal melengkapi jajaran SUV listrik BYD yang saat ini baru diisi Atto 1 dan Atto 3. Model ini sebenarnya sudah lebih dulu dijual di pasar global, namun BYD baru membawanya ke Indonesia tahun ini.
Sejumlah tenaga penjual dilaporkan sudah menerima pemesanan untuk konsumen yang ingin mengamankan unit lebih awal. Cukup dengan uang tanda jadi Rp 10 juta, pembeli berkesempatan mendapat unit begitu model resmi dirilis.
Posisi Atto 2 di Antara Atto 1 dan Atto 3
Sebagai mobil low SUV, Atto 2 dirancang mengisi segmen yang belum tergarap BYD di Indonesia. Ukurannya cukup kompak, tapi fitur yang dibawa tergolong mumpuni untuk kelasnya.
Kombinasi bodi ringkas dan perangkat yang lengkap membuat Atto 2 dinilai pantas dijual di kisaran Rp 300 jutaan. Angka itu disebut tidak jauh berbeda dengan harga Jaecoo J5 EV varian tertinggi.
Sebagai pembanding, Jaecoo sempat menaikkan harga J5 EV setelah beberapa bulan dijual. Penyesuaian itu mengikuti kondisi pasar, dan lazim terjadi ketika masa berlaku promo habis atau unit promo sudah tersedot konsumen.
Blade Battery Generasi Kedua dan Pengisian di Bawah 10 Menit
Atto 2 dipastikan membawa Blade Battery generasi kedua, teknologi yang juga dipakai Denza D9 dan Z9 GT. Klaimnya, proses pengisian daya bisa rampung kurang dari 10 menit.
Kecepatan pengisian menjadi pembeda utama Atto 2 dari rival sekelasnya. Belum banyak model di Indonesia yang menawarkan pengisian secepat itu, bahkan lewat pengisian DC sekalipun.
BYD tampaknya ingin menjadikan kemampuan ini sebagai senjata utama menghadapi pasar yang makin padat. Persaingan SUV listrik di Tanah Air memang sedang panas dengan banyaknya model baru masuk.
Produksi Lokal Jadi Penentu Jadwal Peluncuran
Atto 2 akan dirakit di Indonesia seperti Atto 1 dan M6. Bedanya, model ini bakal menjadi yang pertama langsung diproduksi lokal sejak awal peluncuran.
Atto 1 harus menunggu beberapa bulan sebelum dirakit di dalam negeri, sementara M6 menunggu lebih dari setahun. Pola itu membuat Atto 2 punya awal yang lebih baik dari sisi ketersediaan unit.
Kendati begitu, jadwal peluncuran tetap bergantung pada rampungnya persiapan perakitan. Kabar yang beredar menyebut model ini baru bisa dijual tahun depan, kemungkinan besar dirilis bersamaan dengan pameran otomotif awal tahun.
Momen pameran dinilai tepat untuk memperkenalkan Atto 2 ke lebih banyak konsumen sekaligus mengumumkan spesifikasi dan fitur resminya. Jika persiapan produksi selesai lebih cepat, peluncuran bisa saja digelar akhir tahun ini atau bergeser ke awal 2027.