PEMALANG — Apel gelar pasukan yang digelar Forkopimda Kabupaten Pemalang menjadi penanda dimulainya rangkaian pengamanan Pilkades serentak. Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyebut apel itu sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan.
Menurut Anggaito, personel gabungan akan dikerahkan mengawal seluruh tahapan Pilkades hingga tuntas. Penempatan dilakukan di setiap titik dan kecamatan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan wilayah.
2.300 Personel Polri Dibagi per Titik Rawan
Sebanyak 2.300 personel Polri menjadi tulang punggung pengamanan, ditopang personel gabungan TNI, Satpol PP, Linmas, dan unsur Pemda. Pembagian kekuatan tidak merata, mengikuti peta kerawanan tiap kecamatan.
"Seluruh personel akan kita bagi di masing-masing titik dan kecamatan dengan melihat tingkat kerawanan wilayah," kata Anggaito.
Ia memastikan koordinasi lintas instansi sudah tuntas, mulai dari kesiapan sarana-prasarana hingga sumber daya manusia yang mendukung pengamanan pesta demokrasi tingkat desa.
"Semua sudah kita koordinasikan dan komunikasikan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana-prasarana sampai dengan sumber daya manusia," ujarnya.
Sinergi Pemda, Polri, TNI, dan Warga Jadi Kunci
Plt Bupati Pemalang Nurkholes menilai sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat menjadi modal utama menjaga keamanan selama Pilkades. Kesiapan personel dan sarana pendukung dinilainya sebagai bukti koordinasi antarpihak berjalan baik.
"Sinergitas itu sudah berjalan sampai dengan hari ini, dibuktikan dengan siapnya sarana-prasarana dan siapnya sumber daya manusia yang pada hari ini bisa kita gelarkan," kata Nurkholes.
Pilkades serentak di Kabupaten Pemalang dijadwalkan berlangsung 9 November 2026. Seluruh rangkaian tahapan, dari pencoblosan hingga penetapan, akan berada dalam pengawalan personel gabungan hingga dinyatakan selesai.