SEMARANG — Kemenangan Surakarta di semifinal Porprov Jateng XVII/2026 lahir dari dua pergantian nasib yang berlangsung dalam satu pertandingan. Nazriel Ilham Susanto masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dan mencetak dua gol penyama kedudukan, sementara Arya Sheka Maulana menutup pintu lewat adu penalti dengan menggagalkan tiga tendangan pemain Karanganyar.
Skor akhir adu penalti 3-1 memastikan Solo melaju ke final. Karanganyar harus menerima kenyataan kalah meski sudah unggul 0-2 di babak pertama.
Dua Gol Ilham yang Mengubah Arah Pertandingan
Masuknya Ilham pada babak kedua memberi warna berbeda dalam permainan Surakarta. Pemain muda itu memanfaatkan kecepatan dan kemampuan individunya untuk menciptakan peluang di depan gawang Karanganyar.
Dua golnya membawa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Sebelumnya, tim Kota Bengawan tertinggal dua gol di babak pertama dan harus mengejar sepanjang sisa waktu normal.
Arya Sheka Gagalkan Tiga Tendangan Karanganyar
Di bawah mistar, Arya Sheka menjalankan perannya ketika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Tiga tendangan lawan berhasil digagalkannya, sekaligus mempertegas kontribusi lini pertahanan dalam mengantarkan Solo ke partai puncak.
Kegagalan Karanganyar mengeksekusi tiga penalti membuat keunggulan Solo tidak terbantahkan. Lini belakang Surakarta menjadi penentu akhir dari pertandingan yang berlangsung dramatis.
Manajer Solo: Mentalitas Jadi Pembeda
Manajer tim sepak bola Solo, Rianto Ardi Nugroho, mengaku bersyukur atas perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, pertandingan semifinal memang diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim memiliki materi pemain dan kondisi fisik yang relatif berimbang.
"Alhamdulillah, meskipun anak-anak pada babak pertama tertinggal 0-2, mentalitas mereka dalam memperjuangkan kemenangan untuk Kota Surakarta ke babak final sangat luar biasa. Akhirnya, dengan mental yang lebih baik daripada lawan, kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan menjadi pemenang," ungkap Rianto kepada tim media KONI Solo.
Keberhasilan membalikkan keadaan menjadi bukti daya juang para pemain Surakarta. Mereka tetap mencari celah untuk mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Final Lawan Kota Semarang, Jeda Kurang dari 24 Jam
Tim pelatih tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan. Tim Solo dijadwalkan kembali bertanding pada final melawan Kota Semarang dengan jeda pertandingan kurang dari 24 jam.
Pemulihan fisik pemain akan menjadi pekerjaan utama dalam waktu singkat tersebut. Ilham dan Arya Sheka, dua pemain yang paling menentukan di semifinal, masuk dalam daftar yang perlu dijaga kondisinya sebelum partai puncak.