SEMARANG — Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Penerima terdiri dari 44 orang pendonor yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 50 kali, serta 16 orang pendonor yang telah mencatatkan aksi donor darah hingga 75 kali.
Puluhan penerima itu datang dari Kabupaten Pemalang. Mereka dinilai konsisten menjalani donor darah sukarela selama bertahun-tahun, sebuah aksi yang berdampak langsung pada ketersediaan stok darah di wilayahnya.
Gubernur menyebut para penerima penghargaan terdiri dari dua kategori berdasarkan jumlah donasi. Kategori pertama diisi 44 pendonor dengan capaian 50 kali donor, sementara kategori kedua diisi 16 pendonor dengan capaian 75 kali.
"Adapun para penerima penghargaan terdiri dari 44 orang pendonor yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 50 kali, serta 16 orang pendonor yang telah mencatatkan aksi donor darah hingga 75 kali," ujarnya.
Rincian itu menegaskan bahwa penghargaan diberikan bukan atas satu-dua kali aksi, melainkan hasil akumulasi puluhan tahun. Setiap kantong darah dari para pendonor berpotensi menolong hingga tiga pasien yang membutuhkan transfusi.
Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, melalui Staf Humas Unit Donor Darah (UDD), Didik Husada, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penerima penghargaan. Menurut dia, ketulusan para pendonor tidak ternilai harganya.
"Kami memberikan apresiasi, penghormatan, serta rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, konsistensi, dan kepedulian kemanusiaan yang luar biasa dari para pendonor. Aksi nyata ini sangat berarti dalam membantu menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan," ujar Didik Husada saat menyampaikan pesan Ketua PMI Kabupaten Pemalang.
PMI Pemalang berharap penghargaan ini mendorong lebih banyak warga, terutama generasi muda, untuk rutin mendonorkan darah secara sukarela. Selama ini, ketersediaan stok darah di daerah kerap bergantung pada pendonor yang aktif dan berkelanjutan.
Donor darah sukarela berulang menjadi tulang punggung pasokan darah di banyak kabupaten. Tanpa pendonor tetap, rumah sakit bisa kesulitan memenuhi kebutuhan transfusi untuk pasien operasi, korban kecelakaan, hingga penderita thalasemia dan kanker.
"Pemberian penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian para pendonor setia, tetapi juga dapat memotivasi masyarakat luas, khususnya generasi muda di Kabupaten Pemalang, untuk rutin mendonorkan darah secara sukarela demi kemanusiaan," pungkasnya.
Penghargaan tingkat provinsi itu menjadi penanda bahwa kontribusi warga Pemalang diakui di lingkup Jawa Tengah. Bagi PMI setempat, capaian 50 hingga 75 kali donor menjadi tolok ukur sekaligus target untuk menambah jumlah pendonor aktif di tahun-tahun berikutnya.