JAWA TENGAH — Studio hiburan asal Los Angeles, Room418, tengah menyiapkan versi microdrama vertikal dari film horor klasik Night of the Living Dead karya George A. Romero sebelum aplikasi mereka resmi diluncurkan. Perusahaan yang dipimpin Dylen Postnikoff itu menargetkan versi beta aplikasi Room418 dirilis musim gugur ini, dengan sepuluh proyek orisinal dan adaptasi sudah masuk tahap pengembangan.
Room418 memposisikan diri sebagai studio sekaligus platform yang menempatkan karya orisinal vertikal sebagai pusat destinasi khusus penggemar horor. Selain format vertikal, mereka juga menyiapkan program kurasi dalam format horizontal dan campuran.
Langkah ini menandai masuknya Room418 ke pasar microdrama yang sedang tumbuh pesat. Sejumlah judul hasil akuisisi akan menjadi pembuka aplikasi, disusul produksi orisinal menyusul kemudian.
Siapa di Balik Room418
Dylen Postnikoff dipercaya memimpin Room418 sebagai co-founder dan CEO. Ia bukan nama baru di industri hiburan, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang strategi merek dan franchise.
Postnikoff sebelumnya dikenal lewat perannya membantu membangun profil internasional serial Schitt's Creek dan Anne With an E. Ia juga sempat menangani strategi merek untuk Murdoch Mysteries dan Kim's Convenience.
Sebelum bergabung dengan Room418, Postnikoff bekerja di Blink49 Studios, rumah produksi di balik serial Wild Cards, sejak Juni tahun lalu.
Night of the Living Dead dan Deretan Proyek Horor Lain
Salah satu proyek paling menonjol dalam daftar pengembangan Room418 adalah reimagining vertikal dari Night of the Living Dead. Film rilisan 1968 itu merupakan karya klasik Romero yang sudah masuk domain publik sejak awal perilisannya akibat kesalahan distributor aslinya.
Kabar ini muncul beberapa jam setelah Deadline melaporkan bahwa proses syuting Twilight of the Dead, yang dianggap sebagai "bab terakhir" dari saga zombie Romero, telah selesai.
Selain Night of the Living Dead, Room418 menyiapkan adaptasi layar dari When the Black-Eyed Children Knock karya Ben Sobieck yang populer di Wattpad. Mereka juga memproduksi proyek orisinal bersama Slash Management dan kreator horor digital Monse Gutierrez, yang dikenal lewat akun @CVNELA.
Room418 turut menggandeng REELi Studios yang berbasis di Los Angeles untuk menggarap serial horor orisinal yang terinspirasi folklor Filipina. Produksi direncanakan berlangsung di Filipina.
Mengapa Horor Cocok dengan Format Vertikal
Postnikoff menilai horor punya karakter yang pas dengan format microdrama vertikal. Cliffhanger dan budaya penggemar dinilai sejalan dengan pola konsumsi video vertikal yang serba cepat.
"Yang membuat horor menarik secara global adalah rasa takut itu universal, tapi mitologinya lokal," kata Postnikoff. "Setiap pasar punya cerita, folklor, dan suaranya sendiri, dan penonton horor luar biasa mau melintasi batas untuk menemukannya. Di saat yang sama, mobile telah mengubah di mana penemuan sebenarnya terjadi."
Ia menambahkan bahwa kehadiran Room418 ingin menghubungkan audiens genre global dengan generasi baru kreator dan cerita yang dirancang sesuai cara orang menonton sekarang.
"Vertikal mengubah lebih dari sekadar bingkai," ujar Postnikoff. "Itu mengubah ritme penceritaan, seberapa cepat kamu membangun dunia, di mana kamu membangun ketegangan, dan bagaimana kamu membuat orang menonton episode berikutnya."
Menurutnya, sebuah microseries bisa menjadi pengalaman hiburan yang utuh sekaligus memperkenalkan seorang pembuat film, membuktikan ada audiens untuk sebuah ide, dan menjadi ekspresi pertama dari IP yang bisa berkembang ke film, televisi, dan lebih jauh lagi.
Infrastruktur Teknologi dan Rencana Ekspansi
Untuk membangun aplikasinya, Room418 bekerja sama dengan perusahaan teknologi KINO Studios. Sebagian anggota tim pendiri KINO sebelumnya menjabat sebagai executive producer untuk Undertone produksi A24 yang tayang perdana di Sundance Film Festival.
Versi beta aplikasi Room418 akan diluncurkan dengan sistem undangan terbatas pada musim gugur ini, menampilkan sejumlah konten horor berlisensi. Setelah itu, peluncuran komersial akan menyusul.
Sepuluh proyek orisinal dan adaptasi telah diopsi dan sedang dalam tahap pengembangan. Jika karya-karya orisinal Room418 sukses, perusahaan membuka peluang ekspansi ke film, televisi, adaptasi, hingga pengalaman imersif.
Room418 melihat horor sebagai genre yang sangat cocok dengan pasar microdrama yang terus berkembang, terutama karena cliffhanger dan budaya penggemar sejalan dengan format video vertikal yang serba cepat.