Pencarian

Wagub Jateng Terbang Paralayang di Curug Sewu, Dorong Wisata Kendal

Sabtu, 02 Mei 2026 • 20:50:36 WIB
Wagub Jateng Terbang Paralayang di Curug Sewu, Dorong Wisata Kendal
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mencoba paralayang tandem di Curug Sewu, Kendal.

Kendal — Pengalaman perdana menerbang tandem paralayang meninggalkan kesan mendalam bagi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen. Aktivitas di Curug Sewu, Desa Curug Lawu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Sabtu 2 Mei 2026, ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi paralayang sebagai atraksi wisata unggulan provinsi.

Taj Yasin menilai pengembangan paralayang sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2027 tentang wisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah merumuskan arah ini melalui Musrenbang minggu sebelumnya, dengan fokus diversifikasi destinasi yang dapat mengurrangi ketergantungan pada objek wisata utama.

Paralayang Sebagai Daya Tarik Baru Pariwisata

"Pengalaman pertama, memuaskan, dan memacu andrenalin. Lebih nyaman daripada naik pesawat," ujar Taj Yasin saat diminta komentar usai terbang.

Wagub Jateng menekankan pentingnya operasionalisasi rutin aktivitas paralayang. Ketersediaan pilot bersertifikat dari Kendal juga perlu ditingkatkan untuk menunjang pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Kolaborasi antarwisata Kendal dengan daerah sekitarnya—seperti Batang, Pekalongan, dan Semarang—dapat memperpanjang durasi kunjungan turis dan meningkatkan daya saing regional.

Taj Yasin memuji infrastruktur alami Curug Sewu yang representatif, dengan kombinasi keindahan alam, kebersihan, dan suasana asri. Penerbangan langsung dari Bandara Ahmad Yani ke Singapura dan Malaysia, serta rencana penerbangan charter dari Thailand, membuka peluang menjangkau wisatawan mancanegara.

Pilot dan Atlet Sambut Dukungan Pemerintah Provinsi

Achmad Trisno, pejabat pengelola Curug Sewu Paralayang, mengungkapkan kehadiran Wagub memberikan sinyal kepercayaan pemerintah. "Kami mewakili teman-teman pilot, sangat senang karena kedatangan bapak yang antusias. Pesan dari Bapak agar kegiatan tandem bisa dilakukan setiap hari," katanya.

Keunggulan kompetitif Curug Sewu terletak pada pengalaman terbang di atas air terjun—fenomena langka di Indonesia. Kombinasi sensasi ketinggian dan pemandangan alam ini menjadi proposisi nilai unik yang belum dijumpai di destinasi paralayang lain.

Respons Positif dari Komunitas Paralayang

Trissa Flora Tehupeiory, atlet dari Surakarta yang menekuni Solo Paralayang sejak 2024, merasa terkesan dengan pemandangan Curug Sewu dari ketinggian. "Seru banget, pemandangan curug apalagi ada pelangi," ujar mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret itu.

Kehadiran di lokasi juga dirayakan oleh komunitas pilot mancanegara yang rutin berlatih di sini, menunjukkan posisi Curug Sewu sebagai destinasi paralayang dengan reputasi internasional. Pejabat Pemkab Kendal, termasuk Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Murdoko, turut mengapresiasi momentum ini sebagai validasi strategis untuk pengembangan klaster pariwisata dan ekonomi kreatif Kendal.

Bagikan
Sumber: zonapasar.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks