SOLO — Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pendidikan mulai memperkuat kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan mencetak kader kesehatan sejak dini. Langkah ini ditandai dengan digelarnya Sukaba Junior Medical Olympiad 2026 yang diikuti ratusan siswa kelas 4 dan 5 SD negeri maupun swasta se-Kota Surakarta pada Sabtu (8/5).
Bertempat di SMPN 1 Surakarta, ajang yang diinisiasi LKP Suluh Kasih Bangsa ini bekerja sama dengan KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Moewardi. Kompetisi ini bertujuan menguji sekaligus mengaktualisasikan pengetahuan medis dasar para siswa dalam suasana perlombaan yang kompetitif namun edukatif.
Mencetak Agen Perubahan di Lingkungan Sekolah Dasar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP, M.A.P., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. Menurutnya, para peserta diproyeksikan menjadi penyambung lidah program kesehatan bagi rekan sebaya mereka.
“Harapan kami, anak-anak ini menjadi penyampai informasi atau penyuluh kesehatan bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Kesadaran kesehatan adalah landasan dasar yang harus ditanamkan sejak dini,” ujar Dwi Ariyatno yang juga bertindak sebagai juri dalam ajang tersebut.
Dwi menambahkan, kompetisi yang mengadopsi semangat lomba 'Dokter Kecil' ini akan menjadi pemantik agar unit UKS di setiap sekolah kembali aktif bergerak. Dinas Pendidikan Kota Surakarta berencana menjadikan pembekalan keterampilan medis ini sebagai agenda reguler untuk memastikan keberlanjutan SDM kesehatan di sekolah.
“SDM-nya kita siapkan lewat wadah ini, seperti ‘Dokter Kecil’ kelembagaannya juga kita intervensi melalui profil UKS yang aktif,” imbuhnya.
Uji Keterampilan Medis Dasar dan Edukasi Vaksinasi Dengue
Dalam kompetisi ini, para peserta menghadapi serangkaian ujian yang mencakup tiga materi utama. Materi tersebut meliputi pengetahuan umum seputar UKS dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), anatomi tubuh manusia, hingga praktik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P).
Ketua Panitia, dr. Enny Listiawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki sasaran ganda, yakni kompetisi bagi siswa dan edukasi bagi pendamping melalui sesi "Sukaba Edutalk". Salah satu fokus edukasi bagi orang tua adalah inovasi pencegahan penyakit menular yang sedang menjadi perhatian di daerah.
“Kami ingin menggeliatkan kembali minat anak untuk menekuni karier di bidang kesehatan. Di sisi lain, orang tua diberikan pemahaman mendalam, salah satunya terkait inovasi pencegahan demam berdarah melalui vaksinasi dengue yang efektif diberikan mulai usia 4 tahun,” terang dr. Enny.
Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang tetap melonjak hingga batas akhir penutupan. Hal ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa semangat siswa di Solo untuk menjadi relawan kesehatan atau 'dokter kecil' masih sangat tinggi dan perlu terus difasilitasi oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta.