Pencarian

SBC 2026: Wawali Solo Tampil Nyentrik dengan Ornamen Sangkar Burung

Rabu, 06 Mei 2026 • 03:34:01 WIB
SBC 2026: Wawali Solo Tampil Nyentrik dengan Ornamen Sangkar Burung
Wakil Wali Kota Solo tampil dalam parade SBC 2026 dengan kostum ornamen sangkar burung.

SOLO — Pemerintah Kota Surakarta menetapkan 11 Juli 2026 sebagai puncak pelaksanaan Solo Batik Carnival (SBC) ke-17. Mengusung tema PITOELAS, gelaran tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Jawa Tengah.

Berbeda dari edisi sebelumnya, SBC kali ini memosisikan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai pilar utama narasi kostum. Langkah strategis ini bertujuan melambungkan karya perajin lokal ke panggung karnaval bertaraf internasional.

Aksi Wawali Solo dan Ornamen Sangkar Burung

Wakil Wali Kota (Wawali) Solo akan turun langsung sebagai model utama dalam parade kostum megah tersebut. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan nyata bagi kreativitas desainer serta pelaku IKM yang terlibat dalam proses produksi.

Kostum yang dikenakan bakal memadukan material unik, mulai dari ornamen sangkar burung hingga shuttlecock (kok bulu tangkis). Integrasi elemen keseharian tersebut membuktikan fleksibilitas batik dalam merespons seni instalasi tubuh yang modern dan eksperimental.

Pilihan sangkar burung dan shuttlecock bukan sekadar penghias visual. Detail kerajinan tangan tersebut merupakan komoditas unggulan dari berbagai sentra IKM yang selama ini menjadi napas ekonomi Kota Solo.

Strategi Dorong Produk Lokal ke Pasar Global

Pemkot Surakarta memanfaatkan ajang ini untuk membuka ruang pamer produk lokal di tengah ketatnya persaingan industri fesyen. Setiap kostum dirancang khusus guna mempertahankan autentisitas batik sekaligus memiliki nilai jual visual yang tinggi.

Melalui semangat PITOELAS, penyelenggara menegaskan bahwa karnaval bukan sekadar tontonan sesaat. Ada target konkret untuk menghubungkan pelaku IKM dengan investor maupun pembeli potensial yang hadir di sepanjang jalan protokol Kota Solo.

Sinergi antara tokoh publik, nilai budaya, dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memicu dampak ekonomi berkelanjutan. Warga Solo diproyeksikan merasakan manfaat nyata dari perputaran modal pasca-event berakhir.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks