KLATEN — Bupati Klaten Hamenang melakukan inspeksi mendadak guna mengevaluasi kesiapan infrastruktur pendukung program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya. Dalam tinjauan tersebut, ia menemukan ketidaksiapan fasilitas penyimpanan bahan baku yang dianggap tidak memenuhi standar teknis operasional.
Temuan Ruang Cold Storage Tanpa Perangkat Pendingin
Bupati Hamenang menaruh perhatian serius pada keberadaan fasilitas cold storage yang ada di lokasi dapur. Namun, ia merasa heran lantaran ruangan yang diproyeksikan sebagai tempat penyimpanan suhu rendah tersebut justru tidak dilengkapi dengan perangkat pendingin ruangan atau AC.
Kondisi ini dianggap kontradiktif dengan fungsi utama cold storage yang seharusnya menjaga kesegaran bahan pangan dalam jangka waktu lama. Ketiadaan sistem pendingin yang memadai berisiko menurunkan kualitas serta keamanan bahan baku makanan yang akan didistribusikan kepada para siswa.
Hamenang menegaskan bahwa setiap fasilitas pendukung harus berfungsi optimal sesuai peruntukannya. Infrastruktur yang pincang dinilai dapat mengganggu rantai pasok makanan bergizi yang menjadi prioritas pemerintah daerah saat ini.
Lemahnya Koordinasi Pengelola dan Tim Teknis Dapur
Selain masalah fisik bangunan, evaluasi menyasar pada aspek manajemen internal pengelola program. Hamenang menyoroti adanya hambatan komunikasi yang signifikan antara pemilik yayasan, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga tenaga ahli gizi di lapangan.
Ketidaksinkronan antar-lini tersebut dinilai dapat menghambat distribusi dan akurasi pemenuhan gizi yang telah direncanakan. Bupati meminta agar seluruh pihak yang terlibat memiliki frekuensi kerja yang sama dalam menjalankan prosedur operasional standar di area dapur produksi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada soliditas tim di belakang layar. Tanpa komunikasi yang cair, risiko kesalahan teknis dalam penyajian menu sehat bagi anak-anak di Klaten menjadi lebih besar.
Instruksi Koordinasi Terpadu untuk Pihak Yayasan
Sebagai langkah tindak lanjut, Bupati meminta pihak yayasan tidak berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan tim teknis di dapur. Sinergi antara pemilik kebijakan di tingkat yayasan dengan pelaksana teknis harus diperkuat guna menghindari tumpang tindih instruksi.
Hamenang meminta agar tim teknis dan ahli gizi diberikan ruang lebih besar dalam mengatur alur kerja dapur. Hal ini bertujuan agar setiap paket makanan yang keluar dari dapur tersebut telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Klaten akan terus memantau perkembangan perbaikan fasilitas dan manajemen ini secara berkala. Penguatan sinergi antar-elemen menjadi kunci utama agar program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.