BREBES — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan atensi khusus terhadap Kabupaten Brebes melalui kucuran bantuan keuangan senilai total Rp 28,01 miliar. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada jajaran pemerintah daerah di Pendopo Kabupaten Brebes.
Langkah intervensi ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat sektor ketahanan pangan di wilayah tersebut. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Brebes masuk dalam daftar sepuluh daerah prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah karena luas wilayah dan jumlah penduduknya yang besar.
Rincian Anggaran: Sektor Pertanian dan Pendidikan Jadi Prioritas
Alokasi dana sebesar Rp 28,01 miliar tersebut dibagi ke dalam beberapa sektor krusial. Sektor pendidikan menerima porsi terbesar melalui bantuan uang sekolah dan lembaga pendidikan senilai Rp 16,545 miliar, ditambah hibah pendidikan keagamaan sebesar Rp 320 juta untuk delapan lembaga.
Pada sektor pertanian dan peternakan, pemerintah mengucurkan Rp 7,03 miliar yang mencakup:
- Rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 920 paket senilai Rp 3,5 miliar.
- Bantuan benih padi, jagung, dan durian sebesar Rp 1,524 miliar.
- Pengembangan budidaya tebu, kelapa genjah, tembakau, hingga cengkeh senilai Rp 1,201 miliar.
- Pembangunan irigasi perpipaan dan bantuan saprodi bawang merah.
Selain itu, terdapat alokasi untuk infrastruktur desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di empat titik senilai Rp 921 juta. Pemprov juga menyalurkan dana bantuan internet desa dan pengembangan desa wisata di delapan lokasi dengan nilai Rp 502,9 juta.
Mengapa Brebes Menjadi Fokus Utama Intervensi Provinsi?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Brebes mencapai 14,15 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah, jauh di atas rata-rata kemiskinan provinsi yang berada di level 9,39 persen pada September 2025.
"Kalau mereka tidak kita kasih atensi untuk mengembangkan wilayahnya, maka dia akan tertinggal. Untuk itu, bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan," ujar Ahmad Luthfi di sela penyerahan bantuan.
Gubernur menambahkan bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui bantuan sosial, tetapi juga lewat penyediaan hunian layak dan akses energi. Sebanyak 18 unit bantuan pembangunan hunian baru bagi korban bencana disiapkan dengan total nilai Rp 900 juta, serta bantuan sambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu.
Strategi Kawasan Industri Baru untuk Serap Tenaga Kerja
Selain bantuan fisik dan modal, Pemprov Jateng mendorong Brebes untuk segera menyiapkan kawasan industri baru. Strategi ini diharapkan mampu menarik investasi besar yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal secara masif.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut baik dukungan anggaran tersebut. Ia memastikan pemerintah kabupaten akan mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran di 297 desa dan 5 kelurahan yang ada di wilayahnya.
"Sudah kami catat semua arahan Gubernur, bantuan ini akan kami kawal agar tepat sasaran. Semoga dengan bantuan tersebut persoalan kemiskinan bisa cepat terselesaikan," kata Paramitha.