BOYOLALI — Lonjakan harga hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini terasa signifikan di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali. Harga sapi jenis limosin dan peranakan ongole (PO) ukuran besar kini berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta per ekor, naik sekitar 10-15 persen dibandingkan harga normal.
Harga Kambing Ikut Terdorong
Para pedagang melaporkan bahwa tren kenaikan tidak hanya terjadi pada sapi. Harga kambing juga ikut merangkak naik. Dalam dua pekan terakhir, harga kambing dewasa bertambah sekitar Rp500 ribu per ekor.
Seorang pedagang di pasar tersebut mengatakan, kambing jenis jawarandu dan etawa ukuran sedang kini dihargai Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor. “Permintaan mulai banyak sejak pekan pertama Dzulhijjah. Stok sebenarnya masih ada, tapi pemilik ternak menahan jual karena harga terus naik,” ujarnya.
Pemicu: Permintaan Tinggi dan Biaya Pakan
Kenaikan harga ini disebut bukan faktor musiman semata. Para pedagang mengaitkannya dengan kenaikan biaya pakan ternak yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Harga konsentrat dan jerami fermentasi naik, sehingga peternak menjual hewan dengan harga lebih tinggi.
Di sisi lain, daya beli masyarakat Boyolali dan sekitarnya terhadap hewan kurban dinilai masih tinggi. Pembeli dari Solo, Semarang, dan Yogyakarta mulai berdatangan ke Pasar Sunggingan yang dikenal sebagai salah satu pusat ternak terbesar di Jawa Tengah.
Transaksi Mulai Menggeliat Pekan Ini
Pasar Sunggingan mulai ramai sejak Senin lalu. Rata-rata transaksi harian meningkat dua kali lipat dibandingkan pekan biasa. Sebagian pembeli mengaku sudah memesan sapi sejak sebulan lalu untuk mengantisipasi kenaikan harga.
“Saya pesan sapi PO seharga Rp18 juta tiga minggu lalu. Sekarang harganya sudah Rp22 juta,” kata Agus, warga Kartasura yang tengah memilih ternak di lokasi.
Prediksi Harga Jelang Puncak Iduladha
Para pedagang memperkirakan harga masih akan bertahan atau naik tipis hingga H-3 Iduladha. Namun, mereka mengingatkan bahwa fluktuasi bisa terjadi jika pasokan dari peternak di daerah sekitar, seperti Wonogiri dan Sragen, mulai deras masuk ke pasar.
Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Peternakan belum mengumumkan langkah intervensi harga khusus. Sejauh ini, pengawasan difokuskan pada kesehatan hewan dan kelayakan kurban, bukan pada stabilisasi harga.