JAWA TENGAH — Pemilihan hewan kurban untuk kepala negara bukan sekadar transaksi jual-beli sapi biasa. Ada rangkaian protokol kesehatan dan administratif yang harus dilalui, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji laboratorium. Sapi milik Siswa (57), warga Kelurahan Purbalingga Kidul, telah melewati tahapan tersebut sebelum ditetapkan sebagai bantuan kemasyarakatan Presiden.
Nyaris Satu Ton, Dua Kali Lipat Bobot Rata-Rata Sapi Potong
Bobot 959 kilogram menempatkan sapi ini jauh di atas rata-rata sapi potong lokal yang biasanya berkisar antara 400 hingga 500 kilogram. Ukuran jumbo semacam ini relatif langka dan membutuhkan perawatan intensif selama bertahun-tahun. Hal inilah yang membuat harganya menembus angka Rp100 juta, jauh melampaui harga sapi kurban pada umumnya yang berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menyatakan tim dokter hewan telah mengambil sampel darah dan feses untuk memastikan sapi bebas dari penyakit. “Pemeriksaan fisik menunjukkan sapi dalam kondisi sehat. Untuk hasil laboratorium darah dan feses saat ini masih menunggu,” ujarnya, Jumat (15/5).
Mengapa Purbalingga? Jejak Daerah Penyuplai Hewan Kurban
Purbalingga bukan kali pertama menjadi pemasok hewan kurban untuk pejabat nasional. Kabupaten di Jawa Tengah ini dikenal sebagai salah satu sentra penggemukan sapi potong, khususnya jenis Simental dan Limousin. Keberadaan peternak seperti Siswa yang mampu memelihara sapi hingga bobor ekstrem menjadi bukti kapasitas produksi peternakan rakyat di daerah tersebut.
Proses negosiasi harga, menurut Prayitno, dilakukan langsung oleh Dinas Pertanian Provinsi bersama peternak. Artinya, mekanisme pembelian melibatkan koordinasi vertikal antara pemerintah kabupaten dan provinsi, bukan transaksi pribadi antara pembeli dan penjual. Ini menjadi standar pengadaan bantuan sosial kepala negara yang harus tercatat secara administratif.
Protokol Ketat Jelang Hari Penyembelihan
Pemerintah daerah menyiapkan juru sembelih halal untuk memastikan proses pemotongan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan. Sapi yang saat ini dirawat di kandang kawasan Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, terus dipantau kondisinya hingga tiba hari penyembelihan. Tim pendamping dari dinas juga telah berkoordinasi dengan pengurus Masjid Al Hidayah terkait teknis pengiriman, penanganan, hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Rencananya, penyembelihan dilakukan pada hari kedua Iduladha. Panitia kurban masjid akan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan di lapangan. Dengan bobot yang mencapai hampir satu ton, distribusi daging diperkirakan akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dibandingkan hewan kurban ukuran standar.
FAQ: Seputar Sapi Kurban Presiden
Apakah sapi kurban presiden selalu harus berbobot besar?
Tidak ada aturan resmi yang mewajibkan bobot minimal. Namun, tradisi bantuan sosial kepala negara biasanya memilih hewan dengan ukuran di atas rata-rata untuk memaksimalkan jumlah daging yang dapat didistribusikan ke masyarakat.
Bagaimana cara peternak bisa menjual sapinya ke Presiden?
Prosesnya melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian setempat. Peternak tidak bisa langsung mengajukan diri. Dinas provinsi yang akan melakukan seleksi dan negosiasi harga sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan presiden.