SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menyatakan dukungannya terhadap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di tiga kawasan prioritas. Menurutnya, teknologi ini menjadi solusi ganda: mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif ramah lingkungan.
"Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan," kata Saleh di Semarang, Rabu (20/5).
Produksi Sampah Jateng 6,3 Juta Ton Per Tahun
Data yang dihimpun menunjukkan volume sampah di Jawa Tengah mencapai angka fantastis, 6,3 juta ton per tahun. Angka ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera menemukan terobosan penanganan yang efektif dan berkelanjutan.
Saleh menilai berbagai inovasi pengelolaan sampah saat ini membuktikan bahwa limbah tidak lagi sekadar masalah, melainkan memiliki nilai manfaat ekonomi dan energi. PSEL menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut.
Penanganan Harus Dimulai dari Hulu: Pemilahan dari Rumah
Meski mendukung penuh pembangunan PSEL, Saleh menekankan bahwa pengendalian sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir. Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga adalah kunci utama.
"Penanganan harus dimulai dari hulu, terutama dari kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga," ujarnya.
Ia mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan produksi sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan masyarakat.
Fokus Pembangunan PSEL di Tiga Kawasan Prioritas
Pembangunan fasilitas PSEL di Jawa Tengah tidak akan merata di semua daerah. Pemerintah memfokuskan proyek ini pada tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi yang selama ini menghadapi persoalan sampah paling kritis.
Dukungan dari pimpinan DPRD ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program dan penganggaran. Persoalan sampah, menurut Saleh, merupakan tantangan serius yang harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.