Pencarian

Ratusan Pengelola Media Lokal di Jateng Hasilkan Peta Jalan Baru Lawan Disrupsi Digital, 30 Persen Peserta ‘Homeless Media’

Kamis, 21 Mei 2026 • 13:06:38 WIB
Ratusan Pengelola Media Lokal di Jateng Hasilkan Peta Jalan Baru Lawan Disrupsi Digital, 30 Persen Peserta ‘Homeless Media’
Ratusan pengelola media lokal Jawa Tengah berkomitmen menyusun peta jalan baru menghadapi disrupsi digital.

SEMARANG — Jateng Media Summit (JMS) 2026 yang berlangsung di Hotel Khas Semarang menghasilkan komitmen bersama untuk menyusun peta jalan baru bagi media lokal di era disrupsi. Acara ini merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi bimbingan teknis pengelolaan website pemerintah daerah.

Inisiator JMS 2026 sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk dan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menekankan urgensi forum ini. Ia memperingatkan bahwa media lokal bisa tenggelam jika tidak segera mengadopsi model bisnis baru.

“Kalau tidak kita antisipasi sekarang, kita perlu ngobrol Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah. Kita kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru bisa tenggelam,” tegas Suwarjono.

‘Homeless Media’ Dominasi Peserta Muda

Ketua Panitia JMS 2026, Nur Kholis, mengungkapkan bahwa peserta datang dari Semarang, Kudus, Solo, Banyumas, hingga kawasan Pantura. Yang menarik, sekitar 30 persen dari total peserta merupakan pengelola ‘homeless media’—entitas media baru yang tidak memiliki kantor redaksi tetap dan mengandalkan platform digital.

Fenomena ini, menurut Nur Kholis, menunjukkan pergeseran struktur industri pers di daerah. Media lokal kini tidak lagi identik dengan kantor megah, melainkan dengan kecepatan distribusi konten di media sosial dan website.

Pemprov Jateng Siap Kolaborasi, Ingatkan Bahaya Deepfake

Dukungan terhadap forum ini datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Iwanuddin Iskandar, menyatakan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan media lokal.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua media. Kalau ada informasi kepala daerah kabupaten/kota tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami,” ujar Iwanuddin.

Ia juga menyoroti ancaman serius dari teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya deepfake video dan suara, yang kian marak digunakan untuk menyebarkan hoaks. Menurutnya, penggunaan AI di dunia jurnalistik harus dibarengi etika dan verifikasi fakta di lapangan.

Media sebagai Penjaga Peradaban di Era Digital

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan bahwa media memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dan penjaga peradaban. Ia menilai tanpa narasi yang baik, masyarakat akan mengalami kemunduran pemahaman dan ideologi.

“Peradaban tanpa narasi yang baik akan terjadi kemunduran pemahaman, kemunduran ideologi, kemunduran visi, dan akan hilang peradaban tersebut. Semoga ini menjadi awal kita untuk langkah ke depan,” kata Sarif.

Ia mendorong generasi muda untuk berani menghadapi tantangan zaman, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan, agar mampu menjadi bagian dari perubahan positif di era digital. JMS 2026 diharapkan menjadi titik awal transformasi media lokal Jateng agar tidak sekadar bertahan, tetapi juga relevan di tengah arus informasi yang makin personal dan otomatis.

Bagikan
Sumber: pituruhnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks