JAWA TENGAH — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan kembali menggelar program pemagangan berskala nasional pada tahun 2026 dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar dari tahun lalu. Jika pada 2025 kuota yang disediakan hanya 100.000 orang, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 150.000 peserta. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi pencari kerja, khususnya lulusan baru yang kesulitan menembus pasar kerja formal tanpa pengalaman.
Prioritas untuk Fresh Graduate dan Pembagian Tahapan Seleksi
Program magang nasional 2026 tidak dibuka serentak untuk seluruh kuota. Kemnaker akan membaginya ke dalam tiga gelombang seleksi. Gelombang pertama dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026 dengan target menjaring 50.000 peserta.
Menariknya, gelombang pertama ini secara khusus diprioritaskan bagi para lulusan baru—mereka yang masa kelulusannya masih dalam kurun satu tahun terakhir. Keputusan ini menjawab keluhan klasik fresh graduate Indonesia yang kerap terjebak dalam lingkaran setan "butuh pengalaman untuk bekerja, tapi butuh kerja untuk dapat pengalaman."
Dua gelombang berikutnya akan menyusul dengan total sisa kuota 100.000 peserta. Informasi detail mengenai jadwal pendaftaran gelombang kedua dan ketiga biasanya akan diumumkan melalui kanal resmi Kemnaker menjelang akhir gelombang pertama.
Upah Setara UMR: Skema Pembayaran Berdasarkan Lokasi Penempatan
Salah satu daya tarik utama program ini adalah kepastian hak finansial bagi peserta. Pemerintah memastikan besaran uang saku yang diterima peserta masih sama dengan standar ketetapan tahun sebelumnya, yakni disesuaikan dengan regulasi upah minimum yang berlaku di lokasi penempatan kerja.
Artinya, peserta yang ditempatkan di Jakarta akan menerima upah bulanan setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Sementara untuk penempatan di daerah lain, besaran gaji mengikuti standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat. Skema ini membuat program magang nasional tidak sekadar menjadi ajang belajar, tetapi juga memberikan kompensasi yang layak secara ekonomi.
Mengapa Kuota Dinaikkan Signifikan?
Peningkatan kuota dari 100.000 menjadi 150.000 peserta mencerminkan urgensi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia. Dengan masih tingginya jumlah lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang belum terserap pasar kerja, program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri.
Pemagangan bersertifikat nasional ini juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dan soft skill peserta sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja profesional. Bagi perusahaan mitra, program ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan tenaga kerja semi-terlatih dengan biaya yang telah diatur pemerintah.
Yang Perlu Disiapkan Calon Peserta
Meski detail persyaratan administratif untuk gelombang pertama belum dirilis secara resmi, calon peserta disarankan untuk menyiapkan dokumen dasar seperti ijazah atau surat keterangan lulus, transkrip nilai, serta CV terbaru. Karena prioritas diberikan pada lulusan satu tahun terakhir, pastikan tanggal kelulusan di dokumen memenuhi kriteria tersebut.
Informasi lengkap mengenai pembukaan pendaftaran, tautan registrasi, dan daftar perusahaan mitra dapat diakses melalui website resmi Kementerian Ketenagakerjaan atau akun media sosial resmi mereka. Pantau terus kanal tersebut mulai pertengahan tahun 2026 agar tidak ketinggalan jadwal pendaftaran gelombang pertama.