SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga menempatkan Kirab Budaya sebagai agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1276 yang berlangsung sejak 22 Juli 2026. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani, mengatakan antusiasme peserta dan masyarakat sangat tinggi.
“Kirab budaya menjadi salah satu agenda unggulan Hari Jadi Salatiga tahun ini. Antusiasme peserta dan masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Rangkaian Acara Sejak 22 Juli
Sebelum kirab, Pemkot Salatiga menggelar berbagai kegiatan budaya. Mulai dari lomba dalang cilik, pagelaran wayang kulit, hingga prosesi Wilujengan Nagari di kawasan Prasasti Plumpungan. Upacara adat itu menjadi simbol sejarah lahirnya Kota Salatiga.
Puluhan kontingen yang tampil dalam kirab berasal dari berbagai unsur. Termasuk organisasi perangkat daerah, sekolah, komunitas seni dan budaya, serta organisasi kemasyarakatan. Setiap kontingen menampilkan beragam kesenian, busana adat, hingga atraksi budaya khas Salatiga.
Ribuan Warga Padati Rute
Meski cuaca terik, masyarakat rela berdiri berjam-jam di sepanjang rute. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan peserta. Berbagai kostum tradisional dan tarian daerah berhasil memikat perhatian penonton yang memadati pusat Kota Salatiga.
Salah seorang warga, Leni (21), mengaku sengaja datang bersama keluarganya. Menurutnya, acara tersebut membuat suasana hari jadi semakin meriah. “Perayaan hari jadi tambah meriah dengan adanya kirab,” katanya.
Harapan Pelestarian Budaya Lokal
Henni Mulyani menambahkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bukti tingginya semangat dalam melestarikan budaya lokal. Kirab Budaya diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat akan kekayaan tradisi yang dimiliki Salatiga.
Peringatan Hari Jadi ke-1276 ini menjadi momentum bagi warga Salatiga untuk kembali merayakan identitas budaya mereka di tengah perkembangan kota yang semakin modern.