Pencarian

Alih Fungsi Lahan Capai 400 Hektare di Klaten, DKPP Terapkan Siasat Khusus Jaga Luas Panen Padi

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:06:59 WIB
Alih Fungsi Lahan Capai 400 Hektare di Klaten, DKPP Terapkan Siasat Khusus Jaga Luas Panen Padi
Petani di Klaten memanfaatkan alsintan untuk meningkatkan produktivitas lahan padi.

KLATEN — Alih fungsi lahan pertanian menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan di Klaten. Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukkan luas lahan pertanian di wilayah tersebut kini tersisa sekitar 30.070 hektare, menyusut 400 hektare dari tahun sebelumnya. Menghadapi kondisi ini, DKPP Klaten tidak tinggal diam.

Strategi Intensifikasi: Mengoptimalkan Lahan yang Tersisa

Alih-alih hanya fokus pada perluasan areal tanam yang terus tertekan, DKPP Klaten memilih jalur intensifikasi. Kepala DKPP Klaten menyebut pihaknya mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dari yang sebelumnya 200 menjadi 220 hingga 240 dalam setahun. Artinya, petani didorong untuk menanam lebih sering di lahan yang sama.

“Kami juga mengoptimalkan lahan rawa dan lahan kering yang selama ini kurang produktif,” ujar seorang pejabat DKPP Klaten. Langkah ini dinilai lebih realistis ketimbang membuka lahan baru di tengah tekanan konversi lahan untuk perumahan dan industri.

Mengapa Alih Fungsi Lahan Sulit Dibendung?

Penyusutan 400 hektare lahan pertanian di Klaten bukan fenomena baru. Dalam lima tahun terakhir, lahan produktif di Jawa Tengah terus berkurang akibat pembangunan infrastruktur dan permukiman. Di Klaten, lokasi yang strategis di jalur Solo-Jogja membuat tekanan alih fungsi lahan semakin tinggi.

Para petani di beberapa kecamatan, seperti Ceper dan Pedan, kerap menjual lahannya karena harga tanah yang terus meroket. Kondisi ini diperparah oleh minimnya regenerasi petani muda yang bersedia menggarap sawah. DKPP pun harus berinovasi agar produksi padi tidak anjlok.

Bantuan Alsintan dan Benih Unggul Jadi Andalan

Untuk mengejar target produksi, DKPP Klaten juga menggencarkan distribusi alat mesin pertanian (alsintan) ke kelompok tani. Traktor, pompa air, dan mesin panen dibagikan secara bertahap. Tujuannya, mempercepat masa tanam dan panen sehingga petani bisa menanam lebih banyak dalam setahun.

Selain itu, penggunaan benih unggul tahan hama dan varietas padi berumur pendek terus disosialisasikan. Dengan masa panen yang lebih singkat, petani bisa memaksimalkan lahan yang ada sebelum akhirnya beralih ke komoditas lain atau lahannya terkonversi.

Apa Dampaknya bagi Harga Beras di Klaten?

Jika strategi DKPP berhasil, pasokan beras di Klaten diperkirakan tetap stabil meski luas lahan menyusut. Namun, jika alih fungsi lahan terus berjalan tanpa diimbangi produktivitas, harga beras di pasar tradisional seperti Pasar Klaten dan Pasar Ceper berpotensi naik. Konsumen pun harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beras lokal.

DKPP berharap pemerintah kabupaten segera mengeluarkan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Tanpa payung hukum yang kuat, lahan sawah di Klaten dikhawatirkan terus menyusut dalam lima tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks