JAWA TENGAH — “Selain kehormatan, ini juga kebanggaan saya karena sudah cukup lama saya berjuang bersama para petani dan nelayan, dan orang bertanya ada apa Prabowo Subianto selalu bersama petani dan nelayan,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta Penas.
Peran Petani dan Nelayan di Masa Awal Kemerdekaan
Prabowo, yang berlatar belakang mantan prajurit TNI, menjelaskan bahwa hubungan emosionalnya dengan petani dan nelayan tidak terlepas dari pengalamannya memahami sejarah militer Indonesia. Ia menegaskan bahwa sejak kelahiran Tentara Nasional Indonesia, dukungan logistik dari rakyat, khususnya petani dan nelayan, menjadi faktor kunci keberlangsungan perjuangan bersenjata.
“Waktu kita mendeklarasikan proklamasikan kemerdekaan kita, belum ada anggaran, belum ada APBN, belum ada gaji, mereka yang memilih Indonesia, memilih karena hati karena cinta kepada bangsa Indonesia bukan karena gaji,” kata Prabowo.
Ia menambahkan, “Tapi tentara waktu itu ditopang, didukung, makanan diberi oleh petani dan nelayan Indonesia.”
Dukungan Rakyat sebagai Fondasi Aparat Keamanan
Kepala Negara juga menekankan bahwa seluruh komponen aparat keamanan, termasuk kepolisian, tidak akan mampu menjalankan tugas tanpa sokongan langsung dari masyarakat akar rumput. “TNI semua pasukan Indonesia para pejuang termasuk kepolisian didukung oleh rakyat, didukung oleh petani dan nelayan,” ucapnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa kedekatan Prabowo dengan sektor agraris dan maritim bukanlah sekadar strategi politik, melainkan refleksi dari pemahaman historis tentang kontribusi mereka terhadap kedaulatan bangsa.
Konteks Penas Petani dan Nelayan XVII
Acara Puncak Penas ke-XVII di Gorontalo ini menjadi ajang konsolidasi bagi para petani dan nelayan dari berbagai daerah. Prabowo hadir untuk meresmikan sejumlah program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan, meskipun dalam pidatonya ia lebih banyak menyoroti aspek historis dan moral dari hubungan antara negara dengan kelompok tani dan nelayan.
Pidato ini juga sekaligus menjawab pertanyaan publik yang kerap muncul mengenai konsistensi Prabowo dalam mendampingi petani dan nelayan di berbagai kesempatan, baik saat menjabat sebagai menteri maupun setelah menjadi presiden.