Pencarian

Rupiah Terus Melemah ke Rp17.987 per Dolar AS, The Hawkish The Fed dan Inflasi PCE Jadi Biang Kerok

Jumat, 26 Juni 2026 • 09:29:01 WIB
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.987 per Dolar AS, The Hawkish The Fed dan Inflasi PCE Jadi Biang Kerok
Rupiah melemah ke Rp17.987 per dolar AS seiring penguatan dolar dan data inflasi AS.

JAWA TENGAH — Pergerakan rupiah pagi ini tidak sendirian. Mayoritas mata uang Asia juga kompak melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi yang terdepresiasi paling dalam dengan koreksi 0,38 persen. Disusul dolar Singapura yang turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan yuan China terkoreksi 0,01 persen. Hanya ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Hong Kong yang berhasil menguat tipis di tengah tekanan dolar yang masih perkasa.

Sentimen Eksternal: Inflasi PCE dan Sikap Hawkish The Fed

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari dua faktor utama dari Amerika Serikat. Pertama, rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi sejak Oktober 2023. Kedua, pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan AS.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023. Pernyataan hawkish pejabat The Fed juga meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Dampak ke Pasar dan Pelaku Bisnis

Pelemahan rupiah di atas level psikologis Rp17.900 per dolar AS menjadi sinyal waspada bagi importir dan perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar. Biaya impor bahan baku dan cicilan utang akan membengkak dalam hitungan rupiah. Di sisi lain, eksportir justru diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam rentang fluktuatif antara Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Level Rp18.000 kini menjadi resistance psikologis yang harus diwaspadai jika tekanan dolar AS berlanjut.

Perbandingan Pergerakan Mata Uang Global

Di kelompok mata uang utama negara maju, dolar Kanada menjadi satu-satunya yang mampu menguat sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,29 persen, euro turun 0,10 persen, franc Swiss terkoreksi 0,09 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,03 persen. Pola ini kembali menegaskan dominasi dolar AS di pasar valuta asing global.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan nilai tukar yang volatil membutuhkan strategi lindung nilai yang tepat, terutama bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur valas tinggi.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks