Pencarian

Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Tembus Rp16.000 per Kg, Lebih Tinggi dari HET Domestik

Selasa, 30 Juni 2026 • 21:57:02 WIB
Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Tembus Rp16.000 per Kg, Lebih Tinggi dari HET Domestik
Bulog pastikan harga ekspor beras ke Malaysia mencapai lebih dari Rp16.000 per kilogram.
Indonesia di perdagangan pangan regional. ISI:

JAWA TENGAH — Rencana ekspor beras ke Malaysia memasuki babak baru. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut harga jual ke negeri jiran itu berpotensi tembus di atas Rp16.000 per kilogram. Angka itu lebih tinggi dari penawaran awal pihak Malaysia yang berkisar di Rp16.000 per kg.

"Ya, insya Allah seperti itu (harga ekspor bisa di atas Rp16.000 per kilogram)," ujar Rizal di Jakarta, Jumat (29/5/2026), usai menghadiri acara pemotongan hewan kurban.

Kebijakan ini merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pertengahan Mei lalu. Presiden secara khusus memanggil Rizal ke panggung dan mengingatkan agar Bulog menjaga harga diri komoditas nasional serta tidak menjual beras terlalu murah ke luar negeri.

Harga Ekspor vs HET Domestik

Sebagai gambaran, HET beras premium di dalam negeri saat ini berkisar antara Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung zonasi wilayah yang ditetapkan Badan Pangan Nasional. Dengan harga ekspor di atas Rp16.000 per kg, selisihnya mencapai lebih dari Rp1.000 per kilogram.

Rizal menegaskan, penetapan harga ini bukan sekadar menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani lokal. "Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, harga beras yang kita ekspor harus memberikan keuntungan optimal bagi petani, serta bagi bangsa dan negara kita," katanya.

Negosiasi Harga dan Jadwal Kunjungan ke Sarawak

Untuk mematangkan kesepakatan, Bulog bersama tim Kementerian Pertanian dijadwalkan terbang ke Sarawak, Malaysia, setelah momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Kunjungan kerja itu bertujuan memastikan volume kebutuhan beras, menyepakati harga final yang paling menguntungkan, serta membahas skema pengiriman logistik.

Dua opsi pengiriman yang dibahas: metode antar-pelabuhan (port to port) atau pihak Malaysia membeli langsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum penandatanganan kesepakatan resmi, internal Bulog akan merumuskan formula harga terbaik bersama Direktur Pemasaran dan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.

Rencana ekspor ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian nasional. Bulog optimistis langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan pangan regional, tetapi juga membuka nilai tambah besar bagi perekonomian hilir tanah air.

Bagikan
Sumber: afu.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks