BATANG — Ahmad Luthfi, yang pernah menjabat Kapolres Batang, mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan daerah tersebut. Ia menyebut pengalaman memimpin Polres Batang sebagai salah satu masa paling indah dalam kariernya.
“Batang adalah kota kelahiran saya yang kedua. Saya tahu betul tipologi masyarakat di sini. Saya pernah menjadi Kapolres Batang dan itu menjadi pengalaman yang sangat indah bagi saya,” ujar Luthfi di hadapan ratusan purnawirawan Polri dan jajaran Forkopimda.
Prinsip Kepemimpinan: Komunikasi Terbuka dan Kolaborasi
Di hadapan para purnawirawan, Luthfi membagikan prinsip kepemimpinannya saat menjabat. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjalankan tugas tidak lepas dari komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik dengan seluruh elemen.
“Prinsip saya sederhana, together we can, bersama-sama kita bisa. Komunikasi harus terbuka, koordinasi harus berjalan, sehingga persoalan sekecil apa pun bisa diselesaikan bersama,” ungkapnya.
Luthfi juga mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin wajib hadir di tengah warga dan membangun komunikasi yang baik.
Purnawirawan Diminta Jadi Mitra Strategis Daerah
Gubernur menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti saat memasuki masa pensiun. Para purnawirawan Polri, kata Luthfi, tetap memiliki peran strategis sebagai teladan dan mitra masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
“Purnabakti bukan merupakan akhir, tetapi awal dalam rangka kita mengabdi dan menjadi suri teladan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.
Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Investasi di Batang
Dalam sambutannya, Luthfi mengaitkan pentingnya stabilitas keamanan dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Ia menilai masuknya investasi ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang, tidak terlepas dari situasi yang aman dan kondusif yang tercipta berkat sinergi seluruh unsur masyarakat.
Sebagai contoh, ia menyoroti perkembangan kawasan industri di Batang yang kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Tengah. Menurutnya, investasi yang masuk harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Provinsi Jawa Tengah, termasuk Batang, harus memiliki nilai tambah bagi daerahnya sendiri. Yang utama adalah memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tuturnya.
Ratusan Purnawirawan Hadiri Tasyakuran
Tasyakuran HUT ke-27 PP Polri Cabang Batang turut dihadiri Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, jajaran Forkopimda, pengurus PP Polri, serta ratusan purnawirawan Polri beserta keluarga. Acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan peran purnawirawan di tengah masyarakat.